Jumat, 08 Juni 2018

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!


Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia
"Wolrd No Tobacco Day_2018"

Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok berat. Kala itu, sehari beliau bisa mengabiskan 1 bungkus rokok. Dengan kondisi keuangan keluarga kami yang masih merangkak, kebiasaan ini tentunya sangat menyulitkan. Sehingga dimulailah kampanye anti rokok untuk Bapak yang diinisiasi oleh ibu saya, sang manajer keuangan.

Saya adalah anak pertama yang menjadi follower ibu untuk menentang kebiasaan Bapak yang satu itu. Bisa jadi, karena faktor gender. Di jaman old, perempuan masih sangat tabu jika merokok. Makanya terus terang, saya pribadi dengan perkembangan kekinian, dimana merokok menjadi hal yang “lumrah” bagi kaum perempuan. Entahlah, apa yang mereka pikirkan. Pilihan itu ada di masing-masing orang.

Namun, prinsip saya tidak berubah. Jika jaman dulu saya sangat “getol” menyembunyikan atau membuang rokok Bapak (karena dengan saran maupun ambegan agar Bapak berhenti merokok, tidak mempan) maka sampai sekarangpun saya melakukan hal-hal serupa. Mulai dari kriteria pemilihan calon suami kala itu (uhuk) hingga edukasi kepada anak lelaki saya sekarang. Saya ingat sekali, salah satu pertimbangan penting bagi calon suami saya adalah kebiasaan merokok. Dan syukur Alhamdulillah, saya mendapatkan kriteria tesebut. Tinggal menjaga, semoga  suami saya tidak tergiur godaan merokok dan tetap istiqomah dengan gaya hidup sehat ini.

Hari ini, saya cukup tergelitik dengan caption selebritis muda tanah air yang berbunyi :
“We Inhale the very thing that kills us, just so than we can feel more alive”

Apa pesan kuncinya?
Sumber : Instagram

Ada orang yang memujinya sebagai artis yang apa adanya, gak munafik. Bisa jadi,  mereka terbuai dengan pesan visual berupa "kecantikan" sang sender (pengirim pesan), sehingga membenarkan pesan utamanya. Apa itu? Ya sebuah teks “very thing that kills peole” a.k.a rokok. Hal ini dikuatkan dengan gambar sebatang rokok dan kepulan asap yang berbayang disekitar mulut sang artis.

Sangat disayangkan, perilaku seperti ini di-ekspose  via media sosial, meskipun dengan editan white and black yang terkesan menyajikan nilai artistik dari sisi fotografi. Bagaimana anak bangsa, kaum muda jaman now, bisa bertahan jika terus-terusan disajikan pesan  afirmasi dengan rokok? Sudahlah dibawakan oleh public figure, dengan skill pengemas pesan yang segitu rupa plus background anak muda yang mudah ikut-ikutan. Bukan berarti, saya menuduh sang artis sengaja membuat campaign pro rokok ya. Tapi tindakannya itu, kemudian dipersepsikan berbeda untuk followernya yang pro rokok. Alias kmbali dijadikan satu pembenaran atas apa yang mereka yakini.

Memprihatinkan bukan?

So, harus ada usaha bersama untuk melawan pesan negatif ini. Harus ada edukasi ke masyarakat tentang hal yang benar. Sedini mungkin dan semassif mungkin. Bagaimana caranya? Apakah tiap orang bisa melakukannya? Jawaban saya, setiap orang orang bisa dan caranya buanyak banget, sesuai dengan kompetensi masing-masing.

  • Para ahli medis dapat mengedukasi masyarakat tetang resiko dan bahaya klinis dari aktivitas merokok.
  • Para fotografer dapat menunjukkan bahaya merokok melalui keindahan visual atas karyanya
  • Dan bagi penulis, macam saya (ehem), bisa turut mengedukasi masyarakat melalui tulisan.
  • Dll

Gayung bersambut, ketika ada sebuah konfirmasi dan undangan dari Sembutopia dalam event “World No Tobacco Day 2018” mampir di email saya. Sayapun bergegas berangkat dengan satu motivasi "ingin tahu lebih banyak, ingin bisa berbuat lebih banyak".

Sekilas tentang Sembutopia

Satu pesan penting yang dibawa oleh Sembutopia
"Sembuh"
Dokumen pribadi


Sembutopia adalah sebuah organisasi kesehatan di Indonesia yang berdiri pada bulan November 2017 di Jakarta. Gerakan yang dilakukannya berbasis platform digital khususnya instagram yang saat ini telah memiliki follower lebih dari 52.000 orang. Kafi Kurnia_pendiri Sembutopia mengajak para fotografer, musikus, penulis yang tergabung dalam blogger, vlogger maupun youtuber untuk menyuarakan misi kesehatan melalui Karya.

3 (Tiga) hal penting tentang Sembutopia
Pada awalnya saya menilai Sembutopia ini adalah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak di satu isu. Namun setelah mendapat informasi dalam kegiatan, setidaknya ada 3 hal berbeda dari Sembutopia, yaitu :

1.  Sebuah Platform Digital
Sembutopia lebih memilih jalur dunia maya untuk mengedukasi masyarakat. Derbeda dengan organisasi lain yang masih mengandalkan offline, pendirian cabang maupun merekrut relawan. Sembutopia lebih memilij trend kekinian khususnya instagram. Saat ini followernya telah mencapai lebih dari 52.000 orang di seluruh dunia.

2. Visi dalam bidang kesehatan
Sembutopia memilih tema kesehatan dalam gerakannya. Ikon “sembuh untuk Indonesia” telah menjadi magnet yang menyatukan gerak dan strategi kegiatannya

·      3. Gerakan Indonesia 2020
Kafi Kurnia, founder Sembutopia menyampaikan jejak kejayaan Indonesia
Dokumen Pribadi

Sebuah visi bahwa bangsa Indonesia, di usianya yang ke-75 tahun (tepatnya di tahun 2020) akan mencapai puncak kejayaan. Kenapa? Karena Indonesia memiliki potensi keunikan yang berbeda dan hanya ditemukan di negeri ini. Contohnya yaitu keragaman warisan budaya, kekayaan kuliner khas (tambang emas, raja “rempah-rempah” dunia, kekayaan terselubung dari laut_ikan asin, dll)



Tentang Rokok : Sebuah Penyadaran yang harus terus digalakkan

Sejalan dengan misi gerakan Sembutopia, yaitu di edukasi bidang kesehatan, maka Sembutopia mengajak para blogger, youtuber, fotografer untuk menyuarakan kata kunci terkait rokok, yaitu :
  • -          Merokok itu mematikan
  • -          Merokok itu menyengsarakan secara finansial
  • -          erokok itu sangat merugikan orang lain (terkait perokok aktif dan resiko perokok pasif yang jauh lebih mematikan)

Sebagai penutup, saya sendiri sangat setuju dengan gerakan yang dibawa oleh Sembutopia, terkait misi kemanusiaan dan kesehatan yang diusungnya. Apalagi dengan kejadian meninggalnya Bapak di usianya yang baru 59 tahun karena serangan jantung. Dimana pemicu utamanya tak lain dan tak bukan adalah rokok. Maka saya akan mendukung 100% segala campaign  tentang ini.

Yuk, kita jadikan hidup ini lebih sehat dengan tidak merokok!

Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...