Selasa, 30 Januari 2018

Agrowisata Jollong, Tempat Liburan Seru di Pati

Kebun Buah Naga
Agrowisata Jollong, Pati

Liburan akhir tahun kemarin saya dan keluarga menghabiskan waktu di Pati. Bertemu orangtua, menikmat kuliner khas dan tak lupa berwisata ke lokasi menarik di kampung halaman adalah kesempatan yang baik untuk mengecharge energi setelah sepanjang tahun berkutat dengan rutinitas tugas di rumah.

Pati terkenal dengan cuaca panasnya karena terletak di sepanjang pantura. Meskipun begitu, di belahan lain Pati ternyata menyimpan lokasi-lokasi yang sejuk, tak kalah dengan kampung suami saya di Wonosobo. Tepatnya di lereng Gunung Muria, Pati. Tempat ini semakin populer di kalangan “Cah” Pati dan sekitarnya setelah di kelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX.

Dimanakah Agrowisata Jollong?
 
Lokasi Agrowisata Jollong di Pati, Jawa Tengah





Agrowisata Jollong terletak di kecamatan Gembong dengan jarak kurang lebih 10 km dari kota Pati.




Bagaimana cara menempuhnya?

Kawasan ini cukup mudah diakses dengan kendaraan bermotor. Mobil dan sepeda motor bisa menjangkau hingga ke parkiran di dalam kawasan sehingga tidak perlu repot-repot berjalan kaki untuk tiba di sana. Kami berangkat dari rumah di daerah winong kidul pada pukul 14.00 dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00.  Rute yang kami pilih yaitu Winong- Gabus- Pati-Tlogowungu- Gembong. Setelah berjalan 5km dari tlogowungu ke arah Gembong, ketemu plang petunjuk arah ke Agrowisata Jolong. Lalu, kami berbelok ke kiri mengikuti petunjuk jalan. Setelah kurang lebih 5 km melewati jalan "berliku", maka sampailah di tujuan.

Sedikit catatan sih tentang jalan berliku ini. Karena jalannya relatif sempit jika berpapasan dengan sebelah kiri jurang, maka dibutuhkan supir kendaraan yang mahir untuk menemani perjalananmu. 
Jalanan berliku yang ramai ke arah Agrowisata Jollong


Tiket Masuk yang Super Murah!

Tiba di “pintu” masuk (sebetulnya bukan pintu, semacam palang dengan penjaganya), kami disambut oleh mas ganteng dan mbak cantik yang akan menghitung jumlah orang yang ada di dalam mobil. Satu, dua, tiga ehhm total 8 orang dewasa dengan 3 anak kecil. Kami hanya diminta membayar Rp 40.000,00 a.k.a Rp 5.000;00/ orang (anak kecil, free). Saya tanya, sampai jam berapa mas di dalam? Dan dijawab, sepuasnya saja bu, hahaha. Mengingat kami tiba pukul 15.00 otomatis hanya 3 jam efektif untuk menikmati wahana yang di dalam area.

Beberapa meter dari pintu masuk, kami disambut dengan teko raksasa dengan aksen air mancur yang cantik, seolah sedang menuangkan kopi ke dalam gelas. Duuuh intragamable bangeet. Otomatis kami teriak, kami akan foto di situ.

Teko Raksasa si Among Tamu
Agrowisata Jollong


Apa saja wahana permainan yang ada disana?

Dengan ketinggian 570-790 meter diatas permukaan laut, suhu di sekitar kawasan Jollong relatif sejuk dibanding kawasan lain di Pati. Konturnya yang naik turun menawarkan pemandangan yang menarik. Untung saya memakai sandal “teplek” (tak berhak) pada saat kesini. Sehingga jalan kaki mengelilingi taman bunga dan kebun buah naga bukan menjadi halangan.

Berbagai tempat untuk berselfie tersedia secara gratis di sepanjang kebun. Seperti rumah pohon, jalanan yang diatasnya berderet payung-payung, rumah-rumah suku asmat dan tentunya deretan pohon buah naga. Keren kaaan!

All you can get
Agrowisata Jollong, Pati


Jika waktu ada sisa waktu dan tenaga, kita bisa menikmati terapi ikan, rumah balon, flying fox dan wahana outbound lainnya dengan biaya tambahan hanya Rp 10.000 per orang.





Buat saya yang mengajak seluruh keluarga, ibuk, kakak ipar, adik, 4 anak ditambah keponakan-keponakan, ini adalah tempat wisata yang recomended. Ringan di kantong ya maaak.


.

Bagaimana dengan kulinernya?
Tempat ini bergenre agrowisata, yang berasal dari kata AGRO dan Wisata. Sehingga pastinya kita akan disuguhkan potensi hasil pertanian di sana. Beberapa produk pertanian yang bisa kita temui yaitu Kopi khas Jollong, buah naga, jeruk, sayuran dll.


Demikian cerita kami berakhir tahun di Pati. Tips dari saya jika ingin menikmati seluruh wahana di Agrowisata Jollong yaitu :
-       Siapkan tenaga dan waktu yang cukup. Jangan seperti kami, sudah terlalu sore sehingga belum puas menikmati seluruh tempat yang ada.
-       Pakailah pakaian dan sepatu/ sandal yang nyaman karena kita akan berjalan-jalan menelusuri kebun
-       Bawalah payung kalau-kalau hujan

-       Kelemahan kawasan ini adalah toilet, jadi jika masih punya balita, bawalah diapers supaya tidak repot.

Begitulah kisahku tahun lalu. Kalau mbak Unik dan Mbak Novia gimana ya? Cuss ah!

8 komentar:

Wind. mengatakan...

Wah bisa jadi referensi kalau lewat Pati lagi niih.

prana ningrum mengatakan...

Pingin kesini mbak...seru y klu ngajak anak2

Dani Ristyawati mengatakan...

Waah bagus ya tempatnya...tar ah kapan2 dicoba kesana kalo anak-anak dah agak gede

hartari mengatakan...

Bagus, ya. Sayang saya sering mabuk perjalanan. Baru sekedar menikmati ilustrasi.

Dewi Rieka mengatakan...

Wah seru ya mba ternyata orang Pati yaa

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Wah sayang nih baru tahu, dua minggu lalu ke Pati nengok si sulung yang KKN

yuli arinta dewi mengatakan...

Terima kasih mbak Winda, Mbak Ningrum, Mbak Dani, Mbak Hartati, Mbak Dedew dan Mbak Hidayah sudah berkenan mampir ke blogku yang ala kadarnya ini.

Sri Untari mengatakan...

Huwa keren nih alternatif wisata dekat semarang

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...