Sabtu, 18 November 2017

WASPADA!! Bahaya Cyber Sex pada Anak dan Remaja.


Sumber : Google


                Kids jaman now pasti sudah sangat akrab bermain internet. Tidak hanya demi bermain game, dunia pendidikan baik TK, SD apalagi tingkat pendidikan yang lebih tinggi acapkali menggunakan media ini untuk mempermudah pelaksanaan proses pendidikan. Di satu sisi, ini tentu menguntungkan bukan hanya untuk pendidik namun pada peserta didik yaitu anak sekolah itu sendiri. Karena penggunaan media internet akan memudahkan siswa untuk melihat video pembelajaran, mendapatkan slide presentasi dengan mudah sehingga proses penyerapan ilmu menjadi lebih cepat.
                Internet ternyata bermuka dua. Dibalik manfaat positif, internet menyimpan sisi negatifnya. Satu hal yang wajib diwaspadai yaitu cyber sex. Bahaya cyber sex menghantui anak dan remaja kita dengan semakin dekatnya mereka dengan dunia online. Kali ini saya ingin mengungkap tentang cyber sex pada anak dan remaja serta bagaimana upaya kita sebagai orangtua untuk mencegahnya.

Cyber Sex

Cyber sex sering dikenal sebagai aktivitas sex melalui dunia maya. Kalau orang dewasa dengan pasangan sahnya mungkin biasa melakukan sex chat untuk komunikasi jarak jauh, namun bagi anak-anak aktivitas cyber sex ini sangat berbahaya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Plan Organization menemukan bahwa 6 dari 10 pelaku perdagangan sex menggunakan internet untuk mencari klien potensialnya. Fakta bahwa sosial media facebook, aplikasi mobile dan bahkan website telah digunakan untuk menghubungkan dengan mudah antara korban dengan pembeli dalam proses perdagangan sex. Sungguh menakutkan!
Bayangkan, anak dan remaja kita yang belum waktunya melihat aktivitas sex dapat dengan mudah mengakses gambar maupun video ini melalui internet. Awalnya mungkin mereka tidak tahu dan jijik. Namun lama-kelamaan mereka bisa terbiasa dan bahkan mengalami kecanduan. Dan kecanduan cyber sex akan menjadi malapetaka bagi korban dan keluarga. Ini bisa berkembang menjadi satu gangguan jiwa dimana penderita mengalami ketergantungan dengan internet untuk melepaskan syahwatnya. Jika hal ini sudah menyasar pada anak, maka akan menjadi sangat berbahaya bagi perkembangannya mental dan psikososialnya.


Karakter Anak dan Remaja

                Sifat dasar anak adalah suka bermain, sedangkan remaja adalah rasa ingin tahu yang sangat besar. Terkait usia mereka yang rentang 5-17 tahun, menjadikan pengalaman hidup mereka masih terbatas. Sehingga terkait hal yang baik tidak baik, benar dan tidak benar menjadi terbatas. Asalkan itu membuat mereka senang, maka mereka akan senang hati melakukannya. Termasuk di dalamnya bermaik games, melihat situs-situs baru, mencoba hal-hal baru dan sebagainya.
                Kehadiran orang dewasa dalam perkembangan anak dan remaja menjadi penting, karena merekalah sosok panutan yang menjadi “role model” atau panutan. Di orang dewasa-lah jawaban benar dan baik untuk hal tertentu selayaknya keluar. Orang dewasa dalam hal ini sebaiknya adalah kedua orang tuanya.  Orang tua yang peduli dengan perkembangan anaknya, sepantasnya tahu dan mengerti kebutuhan kids jaman now. Salah satunya tentang internet. Disinilah pentingnya orang tua jaman now harus bisa melek teknologi agar bisa mengawasi dan melindungi anaknya dari cyber sex.

Upaya Pencegahan

Orang tua memiliki tanggung jawab yang luar biasa dalam menjaga anak-anaknya. Termasuk menghadapi bahaya cyber sex. Berikut ini adalah strategi menolak bala cyber sex yang bisa kita lakukan

Pertama, Memberlakukan “setting parental control” pada aplikasi mobile di selular anda

Anak-anak sering melihat video yang menarik melalui youtube. Maka satu hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan setting terbatas atau parental control pada youtube yang terinstal di selular anda. Caranya yaitu :

Masuk ke youtube, tekan menu di kanan atas. Pilih pengaturan-Umum-lalu klik “mode terbatas”.

Kedua, Praktekkan internet sehat di rumah
Internet sehat
sumber : Google

Saya termasuk keluarga yang memperbolehkan anak bermain gadget. Kenapa? Karena banyak hal positif yang bisa dipelajari anak melalui gadget. Namun, ada aturan dasar yang saya berlakukan dalam penggunaan internet di rumah kami.
-          Untuk anak pertama yang berusia 12 tahun. Dia mendapatkan selular dengan akun sosial media. Waktu dia menggunakan HP sangat terbatas, karena hanya bisa dilakukan sepulang sekolah dan sebelum magrib.Karena jadwal sekolahnya yang fullday, maka dia hanya mendapatkan akses bebas di hari selasa, kamis pada pukul 15.00-18.00. Nah, di hari sabtu (libur) dia mendapatkan akses bebas terbatas.
-          Untuk anak ke-2 dan si kembar yang masih sekolah kecil (playgroup-sd kelas 1), mereka mendapatkan akses ke HP melalui HP saya. Dimana saya bisa mengontrol games apa yang boleh/ tidak boleh diintal di HP, video seperti apa yang bisa dilihat melalui youtube online dan yang telah didownload
-          Penerapan waktu no HP, no TV di rumah
Setiap malam, sehabis magrib hingga tidur, kami menerapkan “No HP dan No TV” di rumah bagi semua orang. Kecuali untuk orangtua memeriksa ada tugas sekolah untuk anak-anaknya.


Ketiga, Jaga Privasi di Media Sosial

Internet sehat

       Nah, poin yang ketiga ini mungkin hal yang paling sulit dilakukan. Mengingat kebutuhan manusia untuk eksis di dunia maya semakin tinggi. Kemudahan selfie, wefie dan post di media sosial ternyata bisa membuka pintu ke jurang media sosial. Oleh karena itu, tips ketiga yaitu dengan menjaga privasi kita.  
Berikut ini adalah daftar yang harus kita jaga untuk disebar di media sosial, yaitu :

1. Data pribadi
Data yang dimaksud terutama alamat lengkap baik rumah maupun sekolah anak. Jika ingin publish, buatlah inisial dari alamat. Minimal ini dilakukan untuk melindungi diri kita dari kejahatan orang.

2, Foto pribadi
Perlu sekali kita menjelaskan kepada anak-anak tentang etika kesopanan publish foto. Baik share maupun setting profil. Jika anak-anak kita sudah dewasa dan menggunakan hijab, maka kitas selalu harus mengingatkannya untuk menjaga dirinya.

3. Cerita pribadi
Anak-anak perlu diingatkan untuk tidak perlu sharing curhat masalah pribadi di media sosial. Karena tentunya hal ini tidak ada gunanya. Buat apa? Justru ini akan memancing orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk mendekatinya. Ajaklah anak-anak untuk terbiasa curhat kepada orang tuanya daripada curhat melalui media sosial.

Mendidik anak layaknya merawat tumbuhan. Perlu proses dan kesabaran, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dalam prosesnya banyak sekali hama dan penyakit yang bisa menyerang mereka. Oleh karena itu, orang tua diharapkan memiliki kesabaran yang ekstra serta ilmu khusus untuk bisa menjaga buah hatinya. Hal ini menjadi hal yang wajib, khususnya di era jaman now. Dalam hal serangan cyber sex, orang tua harus melek teknologi dan menerapkan internet sehat untuk anak-anak. Saya yakin mbak Dewi dan Mbak Ningrum setuju dengan pendapat saya. Tidak perlu dikekang, diperkenalkan sewajarnya namun tetap dalam pengawasan orang tua. Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita dan menjaga anak-anak agar kelak menjadi orang sholeh dan solehah. AAMIIN Ya Robbal Alamin.


8 komentar:

prana ningrum mengatakan...

Wah iya bener aku jg sll dampingi anak2 tiap mrk buka laptop, yg kebolehan tu liat youtube tuto bikin kue, atau gambar yg bermanfaat sj.mksh y mbak

Ika Puspita mengatakan...

Ini yang juga aku takutkan mbak Yul, sampe sekarang aku rajin ngecek hape anak-anak, dan aku juga batasi dan sebisa mungkin kudampingi saat menggunakan internet

Zlindra mengatakan...

aku belum punya anak siih wkwk, tapi aku ada adik yang emang mesti aku awasin terus saat berselancar di dunia mayaa

Vita Pusvitasari mengatakan...

Serem ya mbak, anak harus diawasi ketat tentang cyber sex ini, semoga selalu dalam lindungan Allah agar terhindar dari kejahatan seperti itu Aamiin

Astin Astanti mengatakan...

Saya termasuk ibu yang memperbolehkan anak bermain gadget. Tentunya ada batas-batas tertentu yang dismpaikan kepada si anak. Saya pun bercerita kepada anak-anak,untuk tidak menuliskan data pribadi di media sosial

Tira Soekardi mengatakan...

makasih sahringnya bermanfaat

Nur mengatakan...

Wah, semoga anak kita terhindarkan dari bahaya cyber. Aamiin.

SiBlogger Kendal mengatakan...

ilmu banget buat aku ini soal penanganan cyber sex untuk anak. Makasih banget mbak

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...