Minggu, 22 Oktober 2017

Yuk Lakukan 6 Kegiatan Positif ini Bersama Keluarga!


 
Liburan bersama keluarga adalah aktivitas seru yang positif dampaknya.




Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah sesuatu hal yang positif dan sangat disarankan baik menurut agama maupun dari kajian psikologi. Hal ini karena dampaknya yang sangat baik, diantaranya yaitu meningkatnya rasa kasih sayang dan keluarnya rasa kepedulian sesama keluarga  yang akhirnya menumbuhkan rasa bahagia. 
Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda ketika menikmati family time mereka. Berikut adalah 6 (enam) kegiatan positif  yang dapat dilakukan bersama keluarga :

1. Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah adalah sholat yang dilakukan secara bersama-sama yang dapat dilakukan minimal oleh dua orang. Dalam sholat berjamaah, ada seorang yang menjadi imam dan yang lainnya sebagai makmum yang harus mengikuti gerakan sholat imam. Setiap makmum tidak boleh mendahului gerakan imamnya. Sholat berjamaah bersama keluarga sangat baik untuk dilakukan. Selain pahala akan berlipat ganda, kita akan mendapatkan keutamaan yang lainnya. Anak-anak yang terbiasa sholat berjamaah bersama orang tuanya akan belajar banyak tentang kepemimpinan.
Sholat berjamaah mengajarkan bagaimana seorang pemipin (Imam) itu terpilih. Anak-anak akan belajar untuk menghormati pemimpin yang terpilih, mengikuti aturan yang telah disepakati, mengajarkan doa bersama yang dipimpin oleh satu orang orang, dan beragam manfaat positif lainnya. Yang pasti bagi umat muslim, sholat berjamaah sudah menjadi satu kegiatan positif yang diajarkan sejak dini.

2. Makan bersama

Jika ditanya apa hobi keluargamu? Maka sudah pasti anak-anak saya akan menjawab makan diluar.  Memang di keluarga kami melakukan tradisi seminggu sekali makan bersama di luar. Suami yang hobi makan bakso dan saya yang penyuka nasi goreng kerap mengajak anak-anak untuk wisata kuliner di sekitar tempat tinggal kami. Sebagai orang tua, kami sebetulnya bukan bermaksud mengajarkan anak untuk boros dengan membeli makan di luar. Tujuan utama kami yaitu menciptakan waktu bersama yang berkualitas bersama anak-anak.
Makan bersama sebetulnya bisa dilakukan kapan saja, baik itu waktu sarapan, makan siang maupun makan malam. Sayangnya, semakin tinggi karir orang tua dan semakin banyaknya aktivitas anak-anak di sekolah membuat aktivitas ini sulit dilakukan secara rutin setiap hari. Paling tidak membutuhkan komitmen dari seluruh anggota keluarga. Seperti menahan sedikit rasa lapar di petang hari dan menunggu hingga ayah pulang, agar bisa makan malam bersama. Di pagi hari, harus meluangkan waktu bangun lebih pagi agar bisa sarapan bersama-sama sebelum berangkat sekolah dan sebagainya.  Dengan kendala di atas, maka saya dan suami sepakat, jika kondisi kantong sedang “selo” kami mengajak anak makan di luar, yang biasanya dilakukan di malam minggu atau hari minggu siang.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan aktivitas ini. Salah satunya yaitu meningkatkan kedekatan di antara keluarga. Dengan duduk satu meja dengan aturan no hp selama waktu makan, maka otomatis ada komunikasi di sana. Anak-anak akan menceritakan apa yang selama ini mereka hadapi, cerita tentang teman-temannya yang unik, menanyakan apa itu kiamat, bagaimana proses terjadinya warna hingga bertanya adik keluar dari mana. Orang tuapun dapat memantau perkembangan anak, siapa sahabat di sekolah, menyelesaikan konflik yang mungkin ada diantara anak-anak. Meskipun konflik atau pertengkaran antara anak-anak kecil cepat berlalu dan mereka akan segera hilang, namun ketika sedang makan bersama, orang tua bisa membicarakan hal ini dari sudut pandang yang berbeda, agar kelak mereka tidak lagi bertengkar. Meskipun pasti, anak-anak akan bertengkar kembali. Hehehe.

3. Berlibur

Liburan seru di atas kapal
di Tanjung Mas, Semarang

Berlibur banyak dilakukan untuk mengatasi stres. Setiap orang bersedia menyisihkan uangnya untuk merencanakan liburan. Liburan bersama keluarga adalah termasuk kegiatan bersama yang baik untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai tabungan kenangan. Kenangan yang menyenangkan akan menjadi cadangan kebahagiaan bagi setiap orang. Berbeda dengan hadiah berupa pakaian, barang maupun yang lain, liburan berisi aktivitas-aktivitas bersama yang dapat ditiru jika mereka besar nanti.
Saya dan keluargapun sering berlibur bersama. Liburan tidak harus di tempat yang mewah maupun ke luar negeri. Cukup menyisikan waktu sejenak untuk pulang ke rumah nenek adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Melihat hamparan sawah, menikmati nasi tempe kampung bersama, olahraga sambil mancing di rumah pakde dan kakek, adalah liburan yang menyenangkan. Setuju?

4. Membaca bersama
Anak-anak "tertular" hobi orang tua_membaca

Membaca adalah salah satu hobi saya. Termasuk salah satunya membaca sosial media, hehehe. Bercanda. Maksud saya, membaca buku. Dan sungguh senangnya saya, ketika hobi ini ternyata menular ke anak lelaki saya. Gimana caranya kok bisa menular? Mungkin karena saya biasa membaca bersama mereka. Awalnya dengan sering membacakan dongeng maupun cerita anak-anak. Lama-lama, mereka jadi suka dengan buku dan memilih sendiri bahan bacaan yang mereka inginkan. Sejauh ini, kebiasaan ini efektif untuk menularkan hobi positif pada anak-anak.

5Menata ulang rumah

Siapa yang hobi geser-geser perabot rumah? Ehm, si ibu ternyata banyak ya yang sehobi sama saya. Pantas saja sekarang banyak komunitas geser-geser yang bertebaran lalu berkumpul di dunia maya. Katakanlah komunitas diy (do it yourself). Saya mengenal komunitas ini dari sahabat lama saya. Rencananya saya juga ingin banyak belajar dari komunitas ini, insyaAllah nanti ketika menempati rumah sendiri. Saat ini, masih numpang di rumah negara, jadi hobi geser-geser ditunda dulu.
Menata ulang rumah adalah aktivitas yang menyenangkan. Waktu kecil dulu, kami sering diajak ibu dan bapak untuk gotong royong di hari minggu. Ada yang kebagian membersihkan rumah bagian dalam, ada yang kebagian membersihkan halaman yang menurut saya seperti naik lembah turun lembah. Catat : ingatan saya waktu itu anak usia 1 sd, belakang rumah ada ladang yang ditanami pohon singkong. Jadi berasa tanahnya naik turun, hehehe.  ibu biasanya merapikan perabot di rumah.
Anak-anak dapat terlibat dalam proses menata rumah. Seperti memilih warna dinding yang mereka inginkan, letak/ posisi meja belajar, letak/ posisi lemari buku, dan lain sebagainya. Salah satu hal positif dalam proses ini adalah anak merasa dirinya berharga. Meningkatkan rasa percaya diri mereka dengan memberikan keluasaan bagi  mereka untuk menata sendiri interior kamar. Satu hal yang pasti, keluarga akan makin kompak dalam bekerjasama menyelesaikan satu pekerjaan.

6. Berolahraga
Setelah menikah, mungkin kita mengalami kesulitan mengatur waktu untuk berolahraga. Terutama bagi Ibu yang memiliki banyak peran, baik di domestik maupun publik. Alih-alih ikut kelas yoga yang menyenangkan itu, sekedar untuk menyempatkan waktu menjaga kesehatan aja agak sulit. Nah, berolahraga bersama keluarga bisa menjadi satu solusi, selain dapat sehat, tugas mengasuh anak juga bisa terlaksana dengan baik. 

Nah itu semua 6 kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama keluarga. Bisa berawal dari hobi orangtua yang kemudian ditularkan kepada anak-anaknya. Kalau mau lihat hobi yang lain, bisa lihat nengok teman saya Mbak Ika dan Mbak Arina. Mau tahu lebih banyak, klik aja di #arisanbloggandjelrel

13 komentar:

Rahma mengatakan...

Berlibur bareng itu hal yg plg menyenangkan ya...hehe

Vita Pusvitasari mengatakan...

Karena hobi travelling aku dan suami juga keluarga juga suka berlibur bersama dan menata ulang rumah termasuk beberesnya aku dan suamiku juga suka 😄

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Hobinya keren nih, mengubah letak perabot. Aku jaman masih muda dulu suka ganti letak perabot rumah. Sekarang sih udah malas, capek, usia nggak bisa bohong yaa

adi pradana mengatakan...

makan bersama adalah salah satu kegiatan family time yang paling sering dilakukan. baik itu makan di rumah maupun makan di luar....

Dewi Nuryanti mengatakan...

Hai salam kenal Mba. Wah bagus banget nih acara bersama keluarga karena hal ini yg semakin sulit untuk saya lakukan. Tidak bisa rutin maksudnya. Salam utk Semarang ya.

Dani Ristyawati mengatakan...

makan bersama..jalan-jalan dan membaca bersama juga jadi beberapa agenda favorit bareng keluarga :D

Muslifa BunSal Aseani mengatakan...

Ini hobi keluarga yang pasti disukai semua keluarga di Indonesia ^^

Aku juga sukaaaa.
Tapi, masih jarang2 ngelakuinnya, jadi belum pantas dibilang hobi.

farida mengatakan...

Wah, semuanya memang kegiatan yg asyik utk dilakukan bareng sekeluarga ya :)

prana ningrum mengatakan...

wah keren insya Allah sudah semua mbak...mksh sdh diingatkan

Arina Mabruroh mengatakan...

Quality time yang asyik semua ya Mba Yuli... Barakallah :)

April Hamsa mengatakan...

Apapun yang dilakukan bersama dengan keluyarga selalu menyenangkan ya mbak, meskipun itu hal sederhana sekalipun :D TFS

D I J A mengatakan...

jadi kompak banget ya
karena banyak hal dilakukan sama sama

Ika Puspitasari mengatakan...

Hobi akan lebih seru kalao dilakukan bareng-bareng keluarga ya mbak.

Maksih lho mbak Yuli sudah mau berbagi cerita tentang hobinya

4 Hal menarik dari Sakura Collagen Anti Age’s dari PT. Meiji

Setiap perempuan pasti ingin tampil cantik di setiap kesempatan. Banyak cara yang dilakukan, mulai dari perawatan tradisional maupun mo...