Minggu, 30 Juli 2017

Hobi Traveling Bersama Keluarga? Empat Hal ini Penting untuk Diperhatikan




Liburan ke Bandung
Dokumen pribadi


Siapa orang yang paling ingin kamu ajak travelling? Jika pertanyaan itu dilontarkan, maka bisa dipastikan banyak yang akan memberi jawaban sama, yaitu : Keluarga. Ya, tentu saja.  Waktu luang biasanya dimanfaatkan untuk travelling bersama keluarga tercinta. Hal ini dilakukan karena banyak manfaat yang bisa didapatkan. Diantaranya yaitu mempererat rasa sayang diantara keluarga dan demi melepas stres atas rutinitas sehari-hari. 

Dahulu, ketika moda transportasi belum banyak berkembang pesat seperti sekarang, liburan keluarga biasanya terbatas di objek-objek wisata dekat tempat tinggal. Namun, seiring bertambahnya kemampuan ekonomi keluarga dan fasilitas pendukung untuk berlibur, maka kegiatan menyenangkan ini bisa dilakukan dengan mudah. Sekali klik (via internet), kita akan mendapatkan informasi objek wisata menarik di daerah Lombok dengan layanan perjalanan yang bersaing baik biaya maupun fasilitas yang akan digunakan. Semuanya bisa serba mudah dilakukan.

Kemudahan travelling masa kini
sumber google via 2.bp.blogspot.com


Maraknya penyedia agensi perjalanan dan objek wisata yang semakin beragam membuat banyak keluarga kecil yang tak segan membawa serta buah hati mereka untuk liburan bersama. Namun, adanya anggota keluarga yang masih berusia balita terkadang dapat merepotkan jika tidak dilakukan perencanaan yang matang. Berikut disajikan empat hal yang harus dipersiapkan dengan matang, yaitu :


  1. Pemilihan objek wisata yang akan dikunjungi
Pemilihan objek wisata adalah hal utama yang harus diputuskan, karena akan berdampak pada perencanaan selanjutnya. Misalnya berapa dana yang harus dipersiapkan, pakaian apa yang harus dibawa untuk si kecil (jika ke pegunungan atau ke laut maka jenis pakaianpun akan berbeda), peralatan bermain yang wajib harus dibawa ketika mengajak si kecil. 


            2. Moda Transportasi yang akan digunakan

Moda transportasi yang dipilih biasanya disesuaikan dengan kemampuan finansial dan lokasi yang akan dituju. Saya menceritakan bagaimana persiapan dengan si kembar Shafa Marwa yang waktu itu masih berusia 2 bulan dengan menggunakan mobil pribadi di buku Golden Twin : Haru Biru Mengasuh Anak Kembar.
Shafa Marwa (2 bulan) ikut perjalanan selama 12 jam dari Jakarta-Pati
Sumber : Buku Golden Twin oleh Yuli Arinta Dewi


           3. Bekal di perjalanan



Membawa si kecil travelling, maka barang yang wajib harus dibawa yaitu bekal yang tepat. Ya makanan, ya mainan, ya uang. Hal ini agar kita bisa tetap nyaman selama di perjalanan dan si kecilpun merasa tenang. 


Mainan itu penting buat anak-anak
Dokumen pribadi


Pemilihan tas pun menyesuaikan. Tips jitu jika membawa anak-anak yaitu pilih tas yang multifungsi dan nyaman jika di”tenteng” di jalan ada di bawah ini.

Memilih "teman" di jalan yang nyaman
dokumen pribadi

Pilih yang nyaman untuk di jalan
dokumen pribadi

Berikut daftar tas yang saya bawa ketika mengajak ke-empat anak saya bepergian dengan menggunakan kendaraan umum, yaitu :
-       1 tas tangan/ransel multifungsi yang berisi berisi makanan-minuman seperlunya, dot, tempat susu, air panas, diapers bersih, baju ganti sekali pakai. Tas ini akan saya bawa sambil saya menjaga 1 anak kembar
-       1 tas besar tempat pakaian orang dewasa (saya dan suami), baju olahraga/ renang, biasanya berupa travel bag dan dibawa oleh suami yang menjaga 1 anak kembar lainnya
-       1 tas ransel berisi pakaian Anak pertama yang akan dibawanya sendiri
-       1 tas ransel/travel bag anak kegua yang akan dibawanya sendiri
-       1 tas kecil yang berisi dompet, hp, tongsis, tisu basah/ kering, make-up simpel

4              3. Waktu pelaksanaan liburan

Memastikan waktu perjalanan

Perjalanan 8 Jam tidak terasa, karena bisa tidur sepanjang jalan via kereta malam
Dokumen pribadi


Hal yang paling penting yang tidak bisa dilupakan yaitu waktu liburan. Semakin banyak anggota keluarga maka akan semakin komplek persoalan perencanaan liburan. Misal si Bapak sebagai pekerja kantoran akan terikat dengan aturan libur di kantor, anak sekolah akan tergantung kalender akademiknya, ada lomba atau tidak, dll. Sebagai pekerja, waktu liburan biasanya pada saat cuti bersama kantor baik di hari raya keagamaan maupun mengambil cuti tahunan. Sedangkan bagi saya, sih kapan saja.

 Jika membawa balita, perhatikan waktu di perjalanan. Apakah siang/ malam hari. Berapa lama waktu perjalan, dengan menggunakan mode transport apa, dll. Kenapa? Karena durasi perjalanan akan berhubungan dengan kenyamanan balita yang kita ajak. Jika perjalanan lama (lebih dari 5 jam) saya akan memilih perjalanan malam atau sesuai jadwal tidur anak-anak sehingga mereka tidak merasa kelelahan di jalan. Namun jika durasi pendek, maka saya memilih pagi/ sore hari agar supaya dapat sambil menikmati pemandangan.

Pada prinsipnya, semakin baik perencaan maka pelaksanaan liburan akan lebih menyenangkan. Meskipun dari pengalaman saya, justru banyak liburan yang terlaksana dadakan. Hehe


4. Nikmati liburanmu


Yang penting happy_Dokumen pribadi




Apapun yang terjadi, be happy on your vacation. No worry for anything else. Udah gitu aja. Hehehe

Tulisan ini terinspirasi dari tema #arisanbloggandjelrel yang digagas oleh mbak Winda dan mbak Septi. Semoga tulisan ini menginspirasi ya, seperti kedua mom blogger yang keren ini. (tunjuk dua nama di kalimat sebelumnya).

3 komentar:

Rahmi Aziza mengatakan...

Si kembar lucuu bangettt siih, asik yaa diajak ibu jalan2 😘😘😘

Ika mengatakan...

Aku gemes banget liat si kembar hehe.. Kalo bepergian dengan anak-anak memang banyak yg kudu diperhatikan, bener kata mb Yuli

Vita Pusvitasari mengatakan...

Wah jadi pengen punya anak kembar, sama dong tempat liburan favorit Bandung 😊

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...