Selasa, 25 Juli 2017

Empat Alasan Kenapa Kamu Merasa Kangen dengan Seseorang

Sumber Google, dipublikasikan oleh www.erepublik.com


Sebagai makhluk sosial, setiap orang pasti pernah berhubungan dengan orang lain. Baik itu keluarga (ayah, ibu, kakak, adik, keponakan, dll), guru, teman, sahabat bahkan dengan penjual sayur keliling pun kadang kita berhubungan karib. Adanya  perbedaan peran, terkadang membuat kita harus bertemu dan kemudian berpisah. Sehingga jarak inilah yang suatu ketika bisa menumbuhkan rasa kangen kita kepada mereka.
                Nah, tema kangen ini rasanya tepat bila disematkan dengan kaum perempuan. Dimana konon, kita kaum “tercantik” di dunia ini lebih mengedepankan perasaan ketimbang logika. Lalu, apakah kangen ini hanya dihadirkan lantaran perasaan semata, atau ada hal lain yang menjemputnya.

Disini saya ingin mengulas empat alasan kenapa kita merasakan “kangen” dengan seseorang, yaitu :

1.  Cinta
Kata kangen biasanya berkawan baik dengan cinta. Tengoklah kaum remaja yang fasih berucap kangen pada kekasih hatinya itu. Meskipun terkadang mereka tidak jua paham apa arti cinta itu sendiri.  (arti cinta tidak akan dibahas disini ya)

Saya menggambarkan hubungan cinta dan kangen layaknya  kurva di bawah ini.

sumber Google di http://susiloyudibharmanto.blogspot.co.id/


Rasa kangen berkolerasi dengan cinta (Kurva Y) dan intensitasi pertemuan ( kurva X). Semakin besar rasa cinta dan semakin sering pertemuan, maka kadang kangen akan muncul. Tapi kurva kangen berbentuk melengkung dimana ada titik baliknya, ketika semakin sering bertemu (terlalu sering bahkan) dan cintanya dengan alasan tertentu juga semakin merosot, maka rasa kangenpun menjadi menurun. 


Saya terbuka atas protes dari teori ini. Minimal ini adalah hasil perenungan selama dua belas tahun pernikahan, hehehe. Jadi istilahnya, terkadang untuk suami istri, perlu juga ada me time sehingga menumbuhkan rasa kangen antara mereka berdua.


2.       Perpisahan

Rasa kangen kerap muncul seketika perpisahan terjadi. Setiap orang pasti memahami, terutama mereka yang telah kehilangan mereka yang sangat dicintai. Karena kelulusan sehingga sahabat sekolah harus berpisah, orang tua yang melepas anaknya bersekolah di kota yang berbeda, ataupun karena peristiwa kematian.
Air mata pun menjadi saksi bagaimana rasa rindu/ kangen itu hadir. Beriring kesedihan dan  ketakutan tidak bisa bertemu kembali.
Saya sendiri merasakan kesedihan dan rasa kangen pada almarhum Bapak. Sebuah proses “griefing” yang tertunda tak menepis rasa kangen yang muncul berbulan kemudian. Sebuah doa dan kiriman Alfatihah untuk mereka yang telah meninggalkan.


3.       Hubungan
Rasa kangen tidak akan muncul jika kita tidak memiliki hubungan dengan mereka. Seperti halnya rasa cinta, hubungan ini terjalin karena rasa. Dan kangen itu pemberi warna yang berbeda ketika kita tidak bertemu dengannya.
Ayooo siapa disini yang lagi kangen sama gebetannya?

4.       Harapan
Tersebutlah rentetan keinginan :
ü  Saya kangen ke Baitullah
ü  Saya kangen liburan lagi
ü  Saya kangen makan soto gebrak di jalan Margonda
ü  Saya kangen makan nasI goreng sebrang terminal Pati
ü  Dll (jika diteruskan akan menjadi daftar panjang ke-curcol-an saya. Mohon dimaafkan)
Nah, rentetan rasa kangen itu saya kategorikan disebabkan adanya harapan dari seseorang. Bahwa ada terbentuk tujuan yang belum terlaksana, mimpi yang belum menjadi nyata, yang terkadang disandingkan dengan kata kangen.

Setiap orang berhak memberikan label, warna dan kepada siapa rasa kangennya layak disematkan. Yang pasti, berbahagialah jika kamu masih memiliki rasa kangen, karena itu artinya kamu masih hidup menjadi manusia. Kamu masih punya rasa cinta, kamu terhubung dengan orang lain, meskipun merasakan pahitnya perpisahan, namun kamu tetap memiliki harapan disana.
Terakhir, always be happy atas apapun yang kamu rasakan.  Nikmati harimu, nikmati rasamu.

Di ujung malam yang hening
Semarang

10 komentar:

Tira Soekardi mengatakan...

aku lagi kangen nh sama kedua anakku yang tinggal di luar kota, pingin cepat2 awal bulan krn kita selalu janjian ketemuan

Vita Pusvitasari mengatakan...

Kangen dan harapan beda tipis ya mbak yul 😊

Dewi Rieka mengatakan...

Kangen itu nyakitin kadang, tsaaah

Muna Sungkar mengatakan...

Kangen traveling nih. Udah lama ga jalan2 jauh

Nuzhatul Ussak mengatakan...

Kangen ikut workcamp nih hikz... T^T

Rahmi mengatakan...

Kangen kopdaaaar 😘😘😘

Alley Hardhiani mengatakan...

Kangen dapat duit hehehe :P

Wuri Nugraeni mengatakan...

wah, bahasanya pake rumus-rumus segala, hehehe

Ika Hardiyan Aksari mengatakan...

Misalnya sudah menikah tapi kangen sama mantan gitu wajar nggak sih, Mbak? Ha-ha-ha. Blaik.

ageng okta mengatakan...

Kangennya aku sama mantanku...

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...