Rabu, 07 Juni 2017

Psikologi bencana : Tentang The Invisible Wound (Trauma dan Bencana Bagian 2)




Survivor Bencana sebagai korban primer
Sumber : PMI


Sesuai dengan pembahasan sebelumnya yaitu tentang Bencana, Krisis dan Situasi darurat di sini. Berikut ini adalah kelanjutannya. 


Apa itu Trauma?

Trauma merubah perasaan,mengganggu/merusak fungsi kognitif,menganggu/merusak fungsi hidup (Van der Kolk et al, 1996)

Roan seorang psikiater menyatakan trauma sebagai cidera, kerusakan jaringan, luka atau shock. Sementara trauma psikis dalam psikologi diartikan sebagai kecemasan hebat dan mendadak akibat peristiwa dilingkungan seseorang yang melampau batas kemampuannya untuk bertahan, mengatasi atau menghindar (Roan, 2003)
Individu dapat mendalami trauma karena beragam sebab. Contoh karena kehilangan anggota keluarga, karena mengalami KDRT, pelecehan seksual, penyiksaan atau akibat mengalami kejadian bencana. Individu terkadang tidak bisa menghadapi kondisi ini dan berdampak pada kemampuannya untuk “move on” dan mengganggu fungsi sosialnya di masyarakat.
Trauma berdampak secara dalam pada kondisi emosi, kognitif, fisik maupun perilaku survivor berlebihan yang tidak dikenal, membuat terjadinya sebuah krisis. Secara individu, reaksi krisis akibat trauma akan melalui 4 thapan, yaitu :
a. Fase shock
b. Fase Reaksi
c. Fase Pemrosesan
d. Reorientasi
Mayoritas penyintas cepat atau lambat akan mencapai masa reorientasi.
Respon masyarakat terhadap bencana biasanya melalui 4 tahapan, yaitu :
a. Fase heroik, bertambahnya energi yang dicirikan individu dan komunitas mencurahkan seluruh tenaga untuk aktivitas penyelamatan, perlindungan dsb
b. Fase bulan madu, optimisme dan harapan penyintass akibat banyaknya perhatian dari luar
c.  Fase Realita
d.  Fase Restabilisasi

Kejadian traumatis mempengaruhi kondisi emosi penyintas dan mendorong munculnya reaksi-reaksi emosional .  Bahkan beberapa mungkin mengalami PTSD atau Post Traumatic Stres Disorder

Sedikit Tentang PTSD dan Trauma Healing


Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)


Pernah nonton film American SniperDi film itu, Chris Kyle yang pulang dari perang masih melihat badai pasir menghantam tubuhnya dan pasukannya. Ia sering terbangun dengan keringat dingin. Ia merasakan mood yang tak terkendali, berlaku kasar terhadap istri dan teman, serta mudah terkejut.

Jadi sebenarnya apa itu PTSD?

PTSD adalah gangguan stres yang terjadi setelah seseorang mengalami kejadian traumatisGangguan ini tidak langsung muncul, namun biasanya baru terlihat beberapa lama setelah pengalaman itu terjadi. PTSD, atau gangguan stres pasca trauma, dapat terjadi karena pengalaman seperti kecelakaan, korban perang, korban bencana alam, orang yang dikasihi meninggal, dan atau kejadian apapun yang dapat menciptakan trauma mendalam pada korban.

Seorang yang mengalami trauma, belum tentu mengalami PTSD lo. Seseorang baru bisa dikatakan mengalami PTSD ketika kejadian yang sudah lama terjadi masih terus mengganggunya secara fisik maupun mentalWajar bila seseorang merasa trauma karena sebuah kejadian. Namun ketika trauma ini nggak sembuh-sembuh, dan dia jadi nggak stabil secara emosional, maka ia bisa dibilang mengalami PTSD.


Kriteria diagnosis PTSD, biasanya :
1)Kenangan yang mengganngu
2)Perilaku menghindar
3)Gejala berlebihan pada sesuatu yang berkaitan dgn kejadian traumatiknya
4)Gejaa tersebut tetap terlihat minimal 1 bulan (DSM V)
Bagaimana Penanganan PTSD? Itu membutuhkan rujukan kepada ahli.----Trauma Healing. bersifat individu (Bisa dengan Obat atau terapi psikologis).

Apa itu trauma healing?


Kita harus pahami bahwa trauma yang dialami seseorang tidak akan pernah dapat dihapus. Namun sebuah upaya dapat dilakukan agar mereka bisa kembali normal, hidup kembali menjalani hidupnya dengan baik.  Disamping itu, tidak semua orang mengalami trauma ketika menghadapi situasi bencana. Bagi yang mengalami trauma, tujuan trauma healing adalah untuk memberikan kenyamanan/ perasaan yang nyaman bahwa mereka dapat mengontrol hidupnya kembali.

Program trauma healing lebih berioentasi pada individu. Herman mengkategorikan individu dapat melalui trauma melalui 3 tahapan : 1) Safety, 2) acknowledgement dan 3)Reconnection



Program trauma healing, diantaranya : (Terapy Psikologis)
1. A safe place
2. Bercerita (detail kejadian trauma) d yang lain mendengarkan dengan empaty dan active listening
3. Drawing/ writing


Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...