Selasa, 07 Maret 2017

Tentang Buku : Generasi Copy Paste


Judul buku : Generasi Copy Paste
Penulis : Awy A Qolawun
Penerbit : Hasfa Publishing
ISBN : 978-602-7693-12-8


Sebelum bicara panjang kali lebar, saya mengucapkan terima kasih kepada penulis keren mbak Dian Nafi yang telah memperkenalkan saya pada buku ini. Tanpamu, tak akan ada tulisan ini mbak. Matur nuwun sanget, hehehehe.

Sekilas membaca judul bukunya, mungkin kita akan otomatis akan berpikir tentang fenomena copy paste dan hoax-hoax yang berseliweran di media sosial akhir-akhir ini. Begitupun saya,  di menit-menit pertama membaca sempat terjebak di kulit luar. Alih-alih menemukan potongan-potongan cerita serial mukidi, gambar hoax dan berita-berita carut yang kemudian (mungkin) dikomentari oleh sang penulis, saya malah menemukan banyak hikmah yang cukup dalam di setiap cerita yang ditulis oleh Awy A Qolawun. So don’t judge the book by its cover.  

Tidak perlu diragukan lagi kemampuan Sang Penulis yang telah menghasilkan lebih dari 30 buku di usianya yang lebih muda ketimbang saya.  Helloooo....siapa sih Lo?  Sepersepuluh karyanya saja saya belum nyampe, padahal  boleh dipanggil mbak senior jika dihitung tanggal kelahiran (ups tutup muka).

Kembali ke buku...
Jika anda mencari hikmah, banyak yang akan anda temukan disini.  Sesuai dengan yang diungkapkan dalam sinopsis buku..


Nggak jelas?

Maafkeun ya...itu karena kameranya.

Jadi bila anda ingin memperbaiki kualitas keislaman, terutama untuk bisa lebih istiqomah dan menjaga hubungan baik dengan siapapun, maka buku ini bisa menjadi rujukannya.
Buku ini terdiri dari 3 Bab dengan total 32 momen yang bercerita tentang kisah unik nan sederhana namun sarat dengan makna. Penulis dengan piawai memberikan sudut pandang ilmu syariat serta dalil yang ada untuk menyikapi dengan arif apapun yang dialami oleh seseorang.

Satu cerita yang berkesan untuk saya, yaitu momen 21 : Doa Bahasa Jawa
Saya sepakat dengan penulis bahwa doa bisa dipanjatkan dengan beragam bahasa. Salah satunya jika kita hanya mengerti bahasa daerah. Alkisah, Pujon melafalkan doa dalam bahasa jawa

Allahumma Ya Robbana

Cukupono Leburono

Beras Akeh, Duit Akeh

Kanggo Ngaji, Lungo Haji

Barokahe Nabi Wali

Ternyata, banyak pembaca doa ini sukses dalam keinginannya, naik haji, umroh atau belajar ke Mekkah. Saya pun suka banget dengan kalimat penulis di akhir cerita ini.

Kenalkan dirimu pada Allah di waktu luang, maka Dia akan mengenalimu (menolongmu) di waktu kamu terdesak dan saat membutuhkan pertolongan-Nya...

Jadi sebuah motivasi tersendiri buat saya pribadi. InsyaAllah pun akan sering membaca doa ini, karena sudah pengen datang ke rumah Allah. Aamiin. (bantu doa yaaa)

So, buat kamu-kamu dan kamu yang mau menaikkan level derajat keimanan, yuk mari baca buku ini sebagai salah satu inspirasi.

Tulisan ini terinspirasi dari #arisanbloggandjelrel dari mbak 

Salam Literasi



Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...