Senin, 30 Januari 2017

Omron Nebulizer, Terapi Pernapasan Terbaik Bayi Kembar Kami


Anak kembar adalah titipan yang indah. Keberadaannya membuat kami merasa bahagia. Namun bagaimana jika salah satu dari mereka sakit? Bersanding dengan mitos sekaligus fakta jika satu dari bayi kembar sakit, maka bayi lainnya akan ikut sakit. Kami mengalaminya. Salah satu dari bayi kembar kami yang lahir prematur terserang gangguan pernafasan yang mengharuskannya menjalani serangkaian pemeriksaan pengobatan. Bersyukur kami segera mengambil tindakan dengan merawatnya di Rumah Sakit dan  menggunakan terapi pernapasan terbaik, OmronNebulizer. Alat ini praktis, efektif dan efisien pas dengan kondisi keuangan kami saat itu yang bagaikan telur orak-arik. Alat ini membantunya bertahan di periode kritis kehidupannya. Alhamdulillah, Kini dia telah terbebas dari Bronkopneumonia dan mereka tumbuh menjadi anak kembar yang sehat dan ceria. Ini adalah kisah tentangnya.  

Anak Kembar itu Bernama Shafa Marwa

Memiliki anak ke-3 dan ke-4 yang kembar identik itu sesuatu. Seribu rasa yang tercipta. Mulai dari numb alias bengong, bingung antara senang dan takut atau sedih tatkala mengetahui ada dua makhluk bermain di rahimmu. Lalu kemudian menikmati serbuan tendangan di malam-malam fase kehamilan. Emosi campur aduk dari bahagia dan sedih yang tiba-tiba terasa ganda dikala malam tiba. Bertanya pada diri sendiri, apakah nanti kami bisa menjaga mereka?

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. WHO (2009) menyatakan bayi yang lahir kembar sering disertai dengan kelahiran prematur akan meningkatkan gangguan proses kelahiran dan kematian neonatal.
Namun, demi menjaga kesehatan saya dan si baby-baby twin, kekhawatiran itu saya tepis dan tetap melewati masa kehamilan yang mendebarkan itu dengan bahagia.

Pada minggu ke-36 akhirnya bayi kembar kami lahir ke dunia. Mereka menjelma menjadi dua bayi kembar cantik yang mungil. Ya! Mungil, karena mereka terlahir dengan berat badan di bawah normal. Shafa lahir dengan berat badan 2.150 gram sedangkan Marwa 2.350 gram. Mereka masuk dalam kategori bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Umur kelahiran mereka yang sempurna pada 37 minggu, menjadikan maka mereka termasuk bayi prematur dengan BBLR.


NewBorn Shafa Marwa



Bertahan Hidup dari GangguanPernafasan Bertitel Bronkopneumonia

Singkat kata, tahun pertama anak kembar ini kami sebut sebagai “Periode Bertahan Hidup”. Bertahan hidup, karena bahkan dokter anak kami menaruh perhatian khusus pada kedua bayi kembar ini. Dia paham betul, hal yang paling menakutkan bagi bayi dengan BBLR adalah kematian pada waktu bayi. Sistim kekebalan mereka belum berkembang secara penuh sehingga mereka sangat rentan terhadap infeksi.

Ada di satu titik, dimana saya sebagai ibu merasa begitu terpuruk. Merasa begitu berat untuk selalu terjaga di periode ini. Kala itu, Shafa terserang demam disertai batuk, terlihat sulit bernafas dan lemas. Saat itu, menjadi sangat sulit karena saya harus menjaga dua bayi. Jika satu bayi sakit, maka secara otomatis bayi yang berada dalam satu kamar berpotensi tertular. Oleh karena itu, kami segera memeriksakan mereka berdua ke RS terdekat.

Hasil dari pemeriksaan darah singkat, Shafa terkena infeksi bakteri sedangkan Marwa hanya demam biasa. Mengingat usia mereka yang masih belum genap dua bulan, maka Shafa direkomendasikan untuk segera rawat inap sedangkan Marwa rawat jalan. Kenapa saya begitu terpuruk? Karena saya sedang memberikan mereka ASI ekslusif tanpa bisa membuat stok ASI karena selalu habis oleh mereka. Jadi, saat itu saya hanya berpikir bagaimana saya bisa meniru amoeba_untuk membelah diri karena sakit itu?

TerapiPernapasan dengan Omron Nebulizer membuat Shafa Kembali Tersenyum

Kondisi genting itu membuat saya harus lebih memprioritaskan untuk menemani Shafa di Rumah Sakit. Shafa positif menderita Bronkopneumonia setelah menjalani pemeriksaan Rontgen dada. Saya ingat, ada satu terapi yang membuat pengobatannya menjadi lebih cepat. Yakni therapi inhalasi dengan alat nebulizer dari RS. Therapi ini adalah pengalaman baru untuk kami. Sebelumnya, kami tidak tahu jika pemberian terapi oksigen dan antibiotik bisa dilakukan dengan nebulizer. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan di RS selama tiga hari, Shafa akhirnya berangsur membaik dan diperbolehkan untuk pulang.

Pulang ke rumah, tentunya bukan berarti masalah selesai. Terapi inhalasi dengan dosis yang diberikan oleh dokter dianjurkan untuk dilakukan selama 1 minggu pasca bayi Shafa pulang dari Rumah Sakit. Itu berarti, kami harus tetap bolak balik ke RS untuk melakukannya. Dimasa keuangan keluarga bak telur orak –arik (karena pengeluarannya yang lumayaaaaaannnnn banyak pakai banget), maka kami harus mencari solusi agar bisa tetap melalukannya dengan biaya seminim mungkin.

Alhamdulillah, saya bersyukur, tetangga saya memperkenalkan kami nebulizer yang ok banget. Ternyata harganya cukup terjangkau. Atas bantuannya, kami akhirnya menjadi pengguna setia Omron Nebulizer tipe NE-C28. Bentuknya yang simple memudahkan saya memakainya, meski harus sendirian tanpa bantuan orang lain. 
Omron Nebulizer seri NE-C28

Alat ini bahkan tidak hanya digunakan oleh Shafa, namun oleh saudarinya Marwa dan kakaknya (usia 4 tahun) yang saat itu sedang batuk. Tentunya dengan dosis yang diberikan oleh Dokter.

Terima kasih kami pada Allah dan tentunya Omron Nebulizer. Sekarang Shafa telah bebas dari BP dan mereka berkembang menjadi anak kembar yang sehat dan lincah.

Foto Bawah, Kiri-Kanan
             Shafa dan Marwa


Artikel ini diikutkan dalam Kontes Blog Omron Nebulizer
Blog Review OMRON
Omron Nebulizer, Terapi Pernapsan Terbaik Bayi Kembar Kami

5 komentar:

Rahmi Aziza mengatakan...

Waaah kembar 😍😍lucunyaaa sehat2 terus yaaa. Ternyata lebih hemat punya alat inhalasi sendiri di rumah ya mbaa.

Yuli arinta mengatakan...

Iya mbak rahmi. Lebih murah. Apalagi waktu itu ada sahabT yg bersedia minjemin. Alhamdulillah

ARCHA BELLA mengatakan...

Wah..asyik ya punya anak kembar. Untung masalah sdh teratasi ya mbak berkat alat ini. Sekarang sdh sehat pastinya si kembar ya...
Cantik2..😊

Muna Sungkar mengatakan...

Ga rugi ya mbak ada omron di rumah kalo anak2 batuk atau kena penyakit saluran pernafasan tinggal di nebul aja. Moga2 si kembar sehat2 trs ya

Syarifani mengatakan...

Semoga Shafa dan Marwa sehat2 selalu ya mba..Lucunya sekarang udah gede ��

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...