Senin, 23 Januari 2017

Berbagi tentang Bersahabat dengan Stres di Fit Radio, Semarang [Cerita Pengalaman Siaran di Radio]






17 Januari 2017 menjadi  hari selasa yang berbeda untuk saya. Untuk pertama kalinya saya diundang oleh stasiun radio sebagai narasumber tentang manajemen stres. Ini adalah sekelumit kisah tentangnya.




Radio, tetap memiliki tempat di hati pendengarnya.

Semua orang pasti setuju kalau saat ini arus informasi berkembang sangat cepat. Orang mudah mengakses berita hanya dengan sekali klik. Banyak situs yang memberikan beribu cerita di sela-sela aktivitas yang dikerjakan. Semua orang menghadirkan kata melalui situs pribadinya semacam akun fb, twitter, instagram maupun google plus. Begitupun berita yang dikemas secara profesional oleh media massa kayak majalah, koran, televisi maupun radio.

Berbicara tentang radio, meskipun sekarang orang-orang banyak yang beralih ke internet, namun radio punya tempatnya tersendiri. Mobilitas kaum urban yang cukup banyak, memungkinkan mereka berada di kendaraan untuk menempuh perjalanan. Dan salah satu informasi  yang mereka dapatkan adalah melalui radio.

Musik menjadi salah satu daya tarik orang-orang untuk tetap setia mendengarkan radio. Salah satu stasiun radio yang saya sukai di kota Semarang adalah Fit Radio. Radio ini menyuguhkan lagu-lagu era 80-90 an, pop manis dan aneka lagu slow rock sepanjang masa yang sungguh melelehkan hati. Channel 85,7 menjadi salah satu saluran yang saya simpan di radio mobil. Maklum, sebagai mak kekinian dengan salah satu profesi sebagai supir jemputan anak-anak, maka lagu pembuat “tutup muka” (karena malu ketahuan umurnya) ini menjadi “teman” di perjalanan.

Dan betapa bahagianya saya, ketika Pak Mivtah, sebut saja begitu [bukan nama samaran] meminta saya menjadi narasumber di Fit Radio. Bukan karena ingin ngetop, terus saya menerima tawarannya. Tapi lebih karena ada satu peluang bagi saya untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang banyak. Akan menjadi salah satu ladang shodaqoh, jika “sejumput” pengalaman dan ilmu saya dapat menjadi kebaikan untuk orang lain. Setuju? Toss ah!

Bagaimana saya bisa dikenal oleh Fit Radio?

Jawabannya adalah karena Allah swt. Allah lah yang menggerakkan rizki kepada hambanya dari pintu yang tak diduga. Sama seperti bagaimana UNOCHA menemukan saya dan meminta saya sebagai pembicaranya di 2015 silam, di Jakarta. Mereka menghubungi saya sendiri tanpa saya memperkenalkan diri terlebih dahulu padanya.

Selain itu, silaturahmi memang benar-benar membuka pintu rizki. Sebagai pendatang baru di kota semarang, saya butuh teman. Sehingga kami berusaha mencari teman baru dan menyambung silaturahmi dengan sahabat-sahabat lama yang tinggal di kota ini.  Suatu saat kami dipertemukan dengan teman lama semasa kuliah di IPB, yang kebetulan baru pindah pula di Semarang. Teman tersebut juga tetangga suami di Wonosobo. Sehingga tentu saja, merekapun berteman dengan baik. Suatu ketika suami memberikan buku saya kepada dia. Iya, itu lho buku “Golden Twin: Haru Biru Mengasuh Anak Kembar (0-3 Tahun). Hehehe (Softselling). Jadi ada buku dan ada menyambung silaturahmi.

Buku tersebut, akhirnya diberikan kepada istri teman. Namanya dr. Rina, beliau adalah wanita hebat, ibu dari anak kembar pula dan sedang mengambil dokter spesialis di Semarang. Salah satu hal yang tak saya duga, ternyata beliau juga penyiar radio. Dan melalui dr. Rina lah yang kemudian P. Mivtah mengenal saya. Jadi, magic bukan?

Proses Pemilihan Tema

Fit Radio mengenal saya dari sejak bulan Januari. Awalnya, dia bertanya tentang aktivitas dan keahlian saya. Mereka meminta cv melalui email. Sebulan berikutnya baru mereka menghubungi kembali karena sudah mendapatkan jadwal yang tepat untuk saya mengisi di Radio mereka.
Pada saat pemilihan tema, saya cukup bingung. Karena Segmen Fit Radio adalah dewasa madya atau tepatnya 40 tahun ke atas. Sedangkan buku saya adalah tentang parenting. Terlebih mereka meminta  agar saya bisa memberikan materi umum, yang terkait kesehatan. Akhirnya saya mengajukan tema tentang manajemen stres. Materi ini biasa saya bawakan dalam sesi-sesi pelatihan. Baik di PMI maupun di luar. Dia setuju, dan jadilah saya mempersiapkan bahan tentang stres

Bahagia Bersahabat dengan Stres

Berbicara tentang stres tidaklah sulit. Banyak fakta yang muncul yang bisa menjadi bahan untuk saya sharing. Namun, kali ini saya ingin memberikan ide yang berbeda. Jika biasanya manajemen stres lebih menekankan bagaimana orang terpengaruh dengan stres, maka saya ingin membuat sebuah kesimpulan bahwa pada akhirnya stres itu normal dan kita bersahabat dengannnya.

Kenapa harus bersahabat? Karena kita tidak akan bisa terhindar darinya. Sepanjang kita hidup, maka kita akan menghadapi stres. Namun sayangnya, pemahaman masyarakat tentang apa itu stres terkadang berbeda dengan makna  yang sebenarnya. Awam menyatakan stres itu gila. Orang stres adalah orang gila. Dan jika kamu stres maka kamu sudah gila. Sehingga reaksi selanjutnya adalah bagaimana menangani orang gila. Padahal sebetulnya bukan seperti itu.

Untuk bisa memberikan pemahaman tentang stres, penyiar radio memberikan kesempatan kepada saya selama 60 menit yang terbagi dalam 4 sesi. Masing-masing 15 menit termasuk iklan dan musik di dalamnya. Sehingga saya membagi materi saya sesuai dengan sesi yang diberikan.
Sesi pertama : Prolog dan definisi umum tentang  stres
Sesi kedua : Bagaimana terjadinya stres dan kaitannya dengan emosi
Sesi ketiga Apa dampak dan bagaimana bersahabat dengan stres ?
Sesi ke empat : tanya jawab

Berikut adalah prolognya...
Apakah anda pernah tiba-tiba bisa menjadi mudah marah, gelisah, sedih, meningkatnya nafsu makan secara berlebihan, jantung berdebar-debar atau bahkan tiba-tiba menjadi sesak nafas? Jika ya, bisa jadi  itu anda sedang mengalami stres.  Penyebab stres kadang jelas terlihat, namun terkadang juga tidak.  Stres adalah hal yang normal dihadapi oleh manusia. Dari mulai bayi hingga orang dewasa bisa mengalami stres. Reaksi manusia dalam menghadapi stres pun berbeda-beda.

Contohnya :
Apa yang anda lakukan jika menghadapi jalan macet sepanjang 5 km, sedangkan 30 menit lagi anda harus memberikan presentasi kerja di kantor?
Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menghadapi sumber stres ini. Tidak semua stres berdampak buruk bagi manusia. Terkadang stres dapat mendorong manusia untuk bekerja lebih giat dan meningkatkan kinerjanya. Atau bisa dibilang berdampak positif. Hal ini tergantung bagaimana manusia beradaptasi dengan stres dan mengelolanya sehingga menjadi hal yang positif. Dalam hal ini, bagaimana kita bisa bersahabat dengan stres.

Yang terpenting, kita pahami dulu apa itu stres. Stres adalah kondisi penuh tekanan baik yang berasal dari luar maupun dalam diri individu, yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan hidup, sehingga menuntut individu melakukan penyesuaian secara fisik dan psikologis

Stres adalah kondisi normal yang pernah dialami oleh tiap orang dewasa. Stres yang normal bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu Anda bekerja lebih cepat ketika sedang mengejar masa tenggat waktu. Namun hati-hati, kondisi stres bisa berdampak negatif jika sering terjadi dan berkepanjangan.

Selanjutnya sesi berjalan dengan lancar. Sesi tanya jawab yang awalnya akan dilakukan di sesi terakhir, akhirnya dilakukan sejak sesi ke-dua. Hal ini menunjukkan banyak orang tertarik dengan topik ini. Beragam pertanyaan yang masuk, diluar perkiraan kami. Dimana kami berfikir bahwa yang bertanya sesuai audien radio yaitu dewasa madya. Namun nyatanya diluar itu, ada orang tua, ibu-ibu rumah tangga dan remaja

Beberapa pertanyaan yang masuk, diantaranya :
ü  Bagaimana mengatasi stres kerja
ü  Bagaimana cara ibu bersahabat dengan stres. Yang sibuk dengan anak dan tidak
punya waktu untuk dirinya sendiri
ü  Bagaimana cara melupakan trauma masa lalu
ü  Apa beda stres dan depresi
ü  Bagaimana membuat keputusan yang tepat
ü  Bagaimana mengelola emosi
-ü  Bagaimana cara mengatasi emosi pada anak. Mengatasi anak yang selalu merajuk dan minta mainan

Pada akhirnya, saya merasa bahagia karena diberi rizki dan kesempatan untuk  bisa sharing tentang stres di Fit Radio. Sesuai prinsip saya, sharing is caring. Saya berharap, pendengar dapat memperoleh hikmah dan manfaat dari apa yang sudah saya bagikan.

Dan kebahagiaan itu ditutup dengan selfie bersama sahabat baru di Fit Radio-
Alhamdulillah

15 komentar:

Wahyu Widyaningrum mengatakan...

Magic banget mbak. Pintu2 Allah memang nggak terduga ya.
Aq stress kalo jln macet dan pas naik... takut hehe
Makin sukses makasih sharing manajemen stresnya ya :)

rahmamocca mengatakan...

Kereen mba yuli. Kalau saya stress biasanya pelampiasannya sama musik. Dengerrin lagu slow atau bahkan yg rancak ^^. Makanaya kalo macet, selama ada tape insyaallah aman. Tinggal karakoean dlm mobil ^^

SiBlogger Kendal mengatakan...

Tidak akan disangka-sangka bagaimana datangnya rizki dan silaturahmi :-D
aku suka nonton film atau membaca kalau lagi stress mba hehheeh

M. Rizzi mengatakan...

wah..nuhun mba..sdh di share dlm bentuk tulisan Fit Radio Talk nya 😊

arinda mengatakan...

Saya sempat stress waktu.hamil tua kmrn
.hiks. beruntung g sampai depresi. Kalau lg stress, nyari sesuatu.yg bisa.bikin hepi. :)
Sharing yg menarik :) makasih mbak

Mechta mengatakan...

Alhamdulillah..senang bs berbagi ya mba.. Sdh ditulis blm mba, materi ini? Jd pengen th juga..hehe..
Oya,toss dulu sesama alumni Kampus Hijau ya mba.. Angk brp mba? Klo sy sih angk Jadul hihi..

Vita Pusvitasari mengatakan...

Bahagia itu kita yang ciptain dari dalam diri, kalau macet di jalan selain lagu yang enak didengar, biasanya kami mendengarkan murotal al quran bikin nyess adem, atau nonton dram korea di mobil, dan lagi ngobrol, aku mah palingan juga galau kalau ditinggal suami dinas keluar kota di rumah sendiri hehe, setuju sharing is caring ☺

Dewi Rieka mengatakan...

Alhamdulillah, silaturahmi membuka pintu rejeki dan peluang ya mba. Aku orangnya mudah stres, sekarang dibawa santai dan happy biar sehat..

Nia Nurdiansyah mengatakan...

Keren Mba Yuli, kapan2 mau denger ah kalo pas siaran. Temanya berganti2 kan, ya Mba. Saya kalo stress pelampiasannya baca novel yg bagus 😊

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Wow...keren Mba Yuli. Sayang aq pas gak dengerin mba siaran nih. Aq ya biasa dengerin Fit FM, lagu2nya oke dan cocok dg usia ;) frekwensinya klo ga salah 95,7 mba cmiiw

Arina Mabruroh mengatakan...

Barakallah Mba Yuli..! Keren keren!

Moga2 pas pulkam suatu saat bs barengan ya Mba, jd bisa ketemuan di Wonosobo 😊😊

rizka alyna mengatakan...

Iya, gak ada manusia yang tidak pernah stres. Stres malah mendorong kita untuk menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. Silaturrahmi memang membuka pintu rezeki ya mbak :)

Muna Sungkar mengatakan...

Aku kalo stres terus asmanya kumat mbak makanya sekarang coba lebih santai aja smua dibawa ringan jd ga kemrungsung

yuliarinta mengatakan...

Makasih ya buat mbak @rahmamoccA, Si Blogger kendal, Mas mivtah, Mbak Arinda, Mbak Vita, Mbak Dewdew, Mbak Nia, Mbak Unik, Mbak Arina, Mbak Rizka dan Mbak Muna berkenan sudah mampir. Mohon maaf, saya kudet belum tahu bagaimana cara balas komen satu per satu. Sukses ya untuk semua

Ika Hardiyan Aksari mengatakan...

Saya malah baru denger stasiun radio ini, Mbak. Tapi aku dulu juga sering dengerun radio sih. Kalau pas ada acara talkshow kayak gini sering ikut nimbrung. Tanya2 gitu apalagi kalau materinya memang menarik seperti stres.

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...