Minggu, 16 Oktober 2016

Maka nikmat-nikmat Tuhan manakah yang kalian dustakan? Memaknai hari pangan sedunia dalam ketaatan

Selamat Hari Pangan Sedunia


Selamat pagi semua, sebelum kita bicara lebih lanjut marilah kita awali tulisan ini dengan berdoa-bersyukur kepada Allah SWT atas makanan bergizi yang telah diberikan kepada kita.

Berdoa mulai...

Selesai



Oke lanjut, saya mengucapkan selamat hari pangan sedunia untuk seluruh ibu-ibu semua.
Makna hari ini sangat penting agar kita, sebagai ibu kembali bersemangat untuk menyediakan makanan bergizi untuk seluruh keluarga. 

Kita harus bersyukur karena dilahirkan di negeri yang penuh dengan kekayaan hayati, yang menyediakan berbagai jenis produk pangan lokal yang  sangat berharga. Dari mulai sayur mayur, buah-buahan beraneka ragam, kacang-kacangan hingga berbagai jenis ikan yang kaya dengan berbagai vitamin, mineral, protein dan zat lemak yang berguna bagi kesehatan tubuh kita.

Namun semua ibu pasti tahu, ada musuh terbesar yang kita miliki. Musuh itu adalah kemalasan.

Malas kotor
Malas Memilih
Malas mengolah
Malas memasak
Bahkan Malas memasak

Trus yang terjadi kemudian
Memilih berbagai jenis junk food, yang
Mudah ditemukan
Mudah mengolah dan
Mudah memakannya

(ini bukan menghakimi ya, ini refleksi diri)

Padahal kita sudah “tahu” bahaya luar biasa dibalik aneka jajanan dan jenis makanan “junk food” tersebut. Jangka pendek maupun jangka panjang yang tidak segan-segan mengancam keselamatan jiwa kita.Apakah kita rela menggadaikan keselamatan anak-anak dan keluarga kita dan ditukar dengan kemalasan yang terus dipelihara? Ketika saat ini ada sebagaian dari kita menghujat orang yang menistakan ayat salah satu ayat Al Qur’an tentang memilih pemimpin agama, sekarang kita tengok sebentar adakah ayat yang menelaah tentang ciptaan Allah swt di bumi ini.

Ijinkan saya menyampaikannya sedikit, kebetulan saya sedang mengikuti satu group ibu-ibu “cantik” untuk menghafalkan Surah Ar-Rahman (55). Di dalam surat tersebut berulang kali ayat yang bermakna “Maka yang manakah nikmat-nikmat Tuhanmu yang kalian (Jin dan Manusia) dustakan?”
Surat tersebut juga menceritakan betapa penyayangnya Allah SWT yang telah menciptakan bumi, langit dan seisinya. Ada penafsiran tentang penciptaan jenis-jenis tumbuhan dan binatang yang bermanfaat bagi hamba-hambaNya. Seperti yang diceritakan dalam laman : http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-ar-rahman-ayat-1-25.html

Selain itu, masih banyak keutamaan lainnya jika kita gali dalam Al-Qur’an. Jadi daripada kita berantem dengan teman di sosmed, menciptakan meme nggak jelas tentang hilangnya Mukidi dan munculnya Nusron, padahal kita bukan di dapil di ibu kota, marilah kita melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri kita sendiri. Dimulai dari hal yang sederhana, yaitu tekad untuk menyediakan makanan sehat untuk keluarga kita.

Ini adalah perenungan diri saya, dipagi minggu yang cerah ini

Sambil menikmati wisata kuliner ndeso yang murah dan enaakkk....
Sego tempe ala mbok wadi_desa mbingung, Pati yang enyaak dan murah (harganya hanya dua ribu rupiah). Setelah itu pulang ke rumah, panen pisang dan pepaya yang sudah pasti sehat dan bergizi.

Alhamdulillah

9 komentar:

emanuella christianti aka nyonyamalas mengatakan...

Saya kebetulan dari Pati juga mbaaaa... :) Salam kenal yaaa... :)

Mechta mengatakan...

Selamat Hari Pangan Sedunia :)

Driani Sari mengatakan...

Sepakat mba...demi kesehatan jauh sana si malas.haha
Semoga KEDAULATAN PANGAN INDONESIA KEMBALI BERJAYA
Hidup Pangan Lokal

Relita Aprisa mengatakan...

*merasa ternasehati mba, sbg seorang ibu yg kadang maunya yg praktis2..,milih beli atau masak yg instan..makasih ya mba

Dewi Rieka mengatakan...

Baru tahu ada hati pangan, mba...katrok deh akuhh..

prana ningrum mengatakan...

selammat hari pangan sedunia mbak.....

Christanty Putriarty mengatakan...

postingannya sesuai dengan momen hari pangan sedunia mb. Slam kenal ya :)

Vita Pusvitasari mengatakan...

Mengolah pangan sendiri di rumah lebih sehat, memang harus extra tenaga, gas, minyak, tapi masak dengan cinta tambah enak ke panganan ya mbak

Arina Mabruroh mengatakan...

Hiks. lebih sering gitu ya... (aku maksudnya) makan milih yang enak bukan yang sehat dulu

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...