Minggu, 11 September 2016

Menciptakan "Perdamaian" di dalam Rumah



Setiap orang tua yang memiliki anak lebih dari satu pasti pernah mengalami “peperangan” di rumahnya. Peperangan (baca_ pertengkaran) di rumah sayapun sering terjadi, tidak hanya antar anak kembar, tetapi antara anak ke-1 dan ke-2 kami yang umurnya bertaut 4 tahun. Ada-ada saja pemicunya,  yang menurut orang dewasa tidak masuk akal. Sayapun mengalami hal ini ketika masih kecil. 

Pertengkaran dan Temperamen

  Pertengkaran di antar saudara, bisa disebabkan oleh banyak hal. Di dalam keluarga saya, ada satu faktor yang menurut saya sangat berpengaruh, yaitu perbedaan temperamen. Ada banyak literatur yang bisa mengupas tuntas tentang temperamen pada anak-anak. Salah satunya yaitu membedakan pada 2 jenis yaitu difficult dan easy going temperamen. Sebagai mak-saya bersyukur karena dianugerahi anak-anak yang unik. Meskipun mereka lahir dari rahim yang sama, dengan kedua orang tua yang sama dan tinggal di lingkungan yang sama, nyatanya mereka memiliki temperamen yang unik. Temperamen ini membuat rumah kami selalu "berwarna".

 Anak saya empat, sebut saja mereka :
  1.    Si manis yang pemalu
  2.    Si Rewel melankolis (mudah menangis) yang pemberani
  3.    Si cantik yang galak dan 
  4.    Si criwis yang aktif
   Dengan beragamnya temperan yang dimiliki ke-empat anak ini, "pertengkaran" sangat mungkin terjadi. Terus terang tidak mudah bagi saya untuk membuat kedamaian itu, perlu usaha dan kosentrasi yang cukup besar. Jika dihadapkan pada tumpukan tugas yang ada di rumah, maka normal jika ada penurunan konsentrasi. Al hasil, ada kalanya cheos itu terjadi, dan terdengarlah teriakan dan tangisan memecah siang. (Beruntunglah keributan ini terjadinya di siang hari, jika di malam hari maka saya akan mendapatkan surat teguran dari pak RT).

     Apakah saya bisa merubah temperamen mereka sehingga tidak terjadi keributan itu? 

    Satu hal yang perlu kita pahami, temperamen bukanlah pilihan anak. Misal anak pertama saya memilih memiliki temperamen ke 2 lalu anak ke-2 saya memilih mempunyai temperamen ke-1. Tentu tidak. Temperamen terbentuk dari cara dia beradaptasi dengan lingkungan dan serta adanya pengaruh "warisan" dari kedua orang tuanya. Sering saya debat dengan suami, siapa yang menurunkan sifat keras kepala si A, atau rewelan, ngambekan dan melankolis sejenisnya? hehehehe... dan ini terkadang menjadi candaan buat kami berdua. Dan anak itu bisa belajar dan berubah. Ketika saya memahami Anak pertama saya adalah anak yang pemalu, misalnya..suatu saat dia adalah anak pemberani yang berani menyampaikan protesnya pada kami dengan sangat jelas. Sehingga, sebagai orang tua kita tidak perlu "memilihkan paket temperamen kepada mereka". Tugas kita adalah menjadi pendamping yang baik ketika terjadi gesekan-gesekan temperamen di antara keluarga. 

 Bagaimana menciptakan "kedamaian" di rumah?


  Pertengkaran di antara anak adalah normal. Seiring perjalanan usia dan proses pendemawasaan pada anak,   pertengkaran yang biasa terjadi di masa anak-anak  mulai berkurang. Orang tua tidak perlu merasa khawatir kecuali tindakan mereka mengarah pada kegiatan fisik yang membahayakan seperti mencubit, tarik-menarik rambut, memukul ataupun menendang. Berikut adalah beberapa  ide untuk menciptakan kedamaian di rumah.
  •        Memperkuat ikatan persaudaraan
  •     Memberikan perhatian khusus atau waktu khusus pada masing-masing anak. Beri perhatian khusus pada masing-masing mereka tanpa diganggu oleh saudaranya yang lain. Saya memberikan waktu khusus pada anak pertama pada saat kami berdua pergi ke salon untuk facial atau creambath bersama. Pada anak kedua, pada saat menemaninya bermain sepulang sekolah (pulang lebih awal dari saudara yang lain) dan pada saat anak kembar kami sedang tidur siang. Begitu juga untuk anak yang lain. Orang tua pasti akan menemukan cara untuk melakukannya. Tidak perlu membuat aktivitas khusus, tetapi disela-sela waktu yang tersediapun bisa memberikan perhatian yang “istimewa” untuk setiap dari mereka.
  •        Tidak membandingkan, tidak memberi label


Beberapa isi dari tulisan ini saya ambil dari buku saya "Golden Twin : Haru Biru Mengasuh Anak Kembar 0-3 tahun"

Tidak ada komentar:

Jalan-Jalan ke Madura, Jangan Lupa Nikmati Keindahan Wisata Baharinya

Sumber: compaspetualang.com Kalau ngomong soal Madura pasti teringat dengan satenya. Iya, konon banyak pedagang dari Madura yan...