Rabu, 14 September 2016

Buku "Golden Twin, Haru Biru Mengasuh Anak Kembar 0-3 Tahun", Awali Definisi Sukses Saya berada di Rumah



Setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda



Sukses sebagai wanita pekerja bisa jadi adalah bahagia dengan pencapaian kerjanya dengan pemasukan yang sepadan. Sukses sebagai wirausaha pun bisa terwujud ketika kehadirannya bisa memberikan manfaat kepada orang lain/ pekerja yang dimilikinya. Begitupun titel seorang ibu, definisi sukses bisa berwujud pada perannya di luar rumah ataupun di dalam rumah. Banyak orang yang tetap setia mengutip kata “bahagia” sebagai indikator kesuksesannya. 



Bagi saya sendiri, meraih bahagia adalah sebuah perjalanan. Menjadi penuh liku ketika saya dihadapkan sebuah fakta, pilihan dan keputusan, bahwa dari seorang ibu pekerja di luar rumah, yang memiliki karir dan kemapanan tersendiri; di satu episode hidup mendapatkan titipan luar biasa, seoarang anak..oh tidak, dua orang anak kembar yang sedang bertumbuh di rahim saya.



Memutuskan untuk berhenti bekerja dan tinggal di rumah membesarkan ke-empat anak saya, merubah segalanya. Tidak mudah untuk menjadi bahagia. Begitu banyak tantangan yang saya hadapi, menjalankan peran seutuhnya untuk hal yang benar-benar baru yaitu mengasuh anak kembar, anak ke-3 dan ke-4 saya). Meskipun sebelumnya kami telah dianugerahi anak pertama dan kedua yang luar biasa, tapi kali ini terasa begitu berbeda. 



Beragam emosi telah saya alami baik positif maupun negatif. 
Penasaran, senang, bahagia, puas, terkejut, marah, bingung, kecewa, takut, hingga sampai di suatu titik saya pernah menuliskan...”Tolong, Saya Depresi..”., ketika usia anak kembar kami 1 tahun. Bagi saya yang cukup paham dengan definisi “kondisi” ini, merasakan gejala “depresi” merupakan waktu terburuk yang melengkapi catatan haru biru mengasuh anak kembar.

Buku ini adalah saksi air mata kebahagiaan dan kesedihan. Saksi betapa banyaknya cinta yang hadir untuk kami dan ribuan semangat untuk menjadi bahagia. Keinginan untuk mencetak generasi rabbani, anak soleh dan solehah. Menjadi keluarga bahagia. Writing as therapy, saya setuju sekali dengan kalimat ini. Dan saya bersyukur, atas pencarian jalan keluar dari kegalauan di rumah, saya dipertemukan dengan mentor saya yang baik hati, Deka Amalia Ridwan dengan komunitas Writing Script Community yang membantu saya menjadi penulis. Sebuah pekerjaan yang sangat pas bagi saya yang tetap butuh eksistensi dengan keterbatasan waktu dan kesempatan untuk berada di luar rumah. Selain itu saya juga mendapat support dari banyak pihak, teman kerja saya dr.Robby NA, penulis dan teman kuliah saya Risma Budiyani dan Psikolog sekaligus pembimbing tesis saya ibu Dharmayati Utoyo Lubis. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa mendaptkan kekuatan yang penuh untuk mengukuhkan diri sebagai seorang “penulis”.

Saya mendapatkan kebahagiaan dengan menulis dan membuat buku. Rasa itu bertambah besar ketika pengalaman saya dapat bermanfaat dan membantu orang lain. Keluarga yang memiliki anak kembar ataupun anak lebih dari satu dengan usia yang berdekatan. Buku “Golden Twin : Haru Biru Mengasuh Anak Kembar 0-3 Tahun” adalah jejak di anak tangga pertama. Langkah awal untuk menjadi sukses berada di rumah sebagai ibu dan penulis. Semoga dapat tetap istiqomah meneruskan langkah.

Hubungi penulis di 
fb : Yuli arinta
wa : 081319650187

1 komentar:

Vita Pusvitasari mengatakan...

Saya malah pingin punya anak kembar mbak, lucu soalnya kiyut 😊

Jalan-Jalan ke Madura, Jangan Lupa Nikmati Keindahan Wisata Baharinya

Sumber: compaspetualang.com Kalau ngomong soal Madura pasti teringat dengan satenya. Iya, konon banyak pedagang dari Madura yan...