Selasa, 19 Januari 2016

Ketika remote mobil dan jemuran baju jadi pemicu pertengkaran

Pernikahan itu adalah perpaduan dari dua kepribadian. Bahkan meskipun cinta itu sebesar gunung dan seluas samudra, 2 pribadi yg berbeda pada saatnya akan melahirkan gesekan konflik  pula.

Setelah full time di rumah, saya memiliki banyak waktu untuk mengisi waktu, disela sela mengurusi ke empat anakku. Karena melihat mobil yg telah berhari hari nangkring di depan rumah, kepanasan d kehujanan, aku berfikir untuk mencuci sendiri mobil itu. Jadilah hari jumat kemarin aku mencuci. Setelah suamiku berwngkat kantormjam 6 pagi, dan selesai mempersiapkan bekal sarapan dan makan siang untuk anak pertqmaku, aku m3miliki waktu 30 menit sebelum si kembar d anak ke2 ku bangun.

Akhirnya, aku menghidupkan mobil, memanasinya sekitar 5 menit, dan kemudian mematikan mobil beersiap siap mencucinya. Aku letakkan kuncimmobil di kursi teras. 15 menit berselang sukses mencuci mobil. Rasanya senang, karena sudah lama sekali aku tdk mencuci mobil, sejak kelahiran si kembar. Terakhir kali waktu aku hamil 8 bulan, dengan perut buncit sebuncit2nya aku tetap mencuci mobil, meskipun hasilnya tak seberapa (mengkilap) tp ini satu coping stress sendiri buatku.

15 menit berikutnya, mencuci mobil menjqdi penuh tantangan karena si kembar bangun dan giraaaaqng banget liat mamahnya nyuci mobil. Alhasil merekapun sukses berbasah ria sambil yg satu bawa selang dan yang lain masuk ke bak air. Baiklah, kegiatan cuci mobil berakhir sampai disini.

Aku mengajak si kembar masuk dan membawq serta kunci mobil yg tadi kuletakkan di teras.

Keesokan harinya rumah gempar, suamiku marah marah karena remote mobil tiba tiba matimdan kunci cadangan gak ketemu. Entah apa kata katanya, tp yg pasti aku gak suka dimarahi. Yang pasti aku gak mungkin kan menyiram kuncinya...Suamiku mencoba segala cara untuk menghidupkan remotenya, tp yg terjadi adalah rumah yg bising karena alarm bunyi terus.
Aku mencoba bertanya ke adikku, kalo masalah kayak gitu, bisa diatasi gak? Katanya gampang, dibawa ke bengkel sebentar beres.
Tuh kan, waktu aku bilang begitu, suamiku malah ngomel ngomel....dan cerita berapa biayanya mengganti remote mobil.
Baiklah,akhirnya aku diam. Mencari cara dan belum ketemu...dan malah berfikir, mungkin gak ya kalo pas nyuci kunci itu gak sengaja terkena air, entah aku apa si kembar.....hehehehe baiklah aku diam, dan semoga besok bisa menggantinya.

?......
Hal yang lain terjadi. Aku punya pembantu yang bertangan besi. Apa saja bisa rusak dipegangnya. Pintu besi jadi gak bisa dikunci lagi, karena didorong terlalu keras, gak terhitung lagi gelas atau piring yang pecah. Namun itu bukanlah hal yg penting buatku. Yang penting dia bisa membantuku menjaga anak anak di siang hari, sehingga aku bisa meluruskan kakimsebentar.
Tapi kali ini suamiku marah besar, jemuran besi dari aluminium patah. Padahal jemuran ini material bahannya bagus dan mahal. Malam ini suamiku melihatnya, dan kemudian marah besar. Bisa jadi suamiku marah dengan si ibu, tp aku merasa dia memarahiku juga.

Jadi rasanya cinta itu tak hadir kalo lagi dimarah marahin kayak gini.
Inilah gesekan pribadi yg bisa mngakibatkan konflik. Rasanya pengen terbang kembali ke kampung, gak tahan kalo dimarah marahin begini. Tapi malu sama ibuk. Karena ini adalah lelaki pilihanku sendiri....

Dan ini adalah pernikahan... Semoga Allah selalu menjagaku dan memberikan kelembutan hati untuk suamiku.

Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...