Sabtu, 11 Juli 2015

Jalan di hadapanku

Sepertinya jalanku tidak terlihat jelas
Aku hanya bisa menatap sejengkal di depanku
Ini tidak biasa,
Aku terbiasa merasa nyaman, jika bs melihat jauuh ke depan.
Menikmati pemandangan yg akan segera kunikmati indahnya
Aku menikmati merencanakan untuk meniti jalanku dengan cara yg kinginkan

Tapi hidup mengajarku berbeda
Aku memiliki jalan di belakang, yang telah kulalui
Dan aku tidak memiliki bekal yg cukup untuk selalu meramalkan masa depanku

Yang aku miliki sekarang, adalah senyuman mungil anak anak sehat yg membuatku selalu jatuh cinta
Dia telah menggantikan seluruh mimpi duniawi dengan harapan atas masa depan mereka.

Terkadang amarah, kekesalan dan kerinduan menggodaku..
Namun Engkou menguatkanku, dengan hidayahMu.
Hamba duduk bersimpuh malam ini, untuk memohon ampun atas segala kesalahan yg telah hamba lakukan
Hamba memohon tetaplah hiasi wajah orang orang yg kucintai cengan senyuman kebahagiaan
Hamba berani menukarnya dengan jalan apapun yg sepertinya indah, namun fana di depanku.

Inilah jalanku, dan aku memilik kesempatan untuk menikmatinya.
Subhanallah, walhamdulillah, walaila hailallah, Allahu Akbar.

Pati, 11 Juli 2015
01. 25 wib

Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...