Rabu, 31 Desember 2014

Do No Harm...in Humanity

saya sering mendengar istilah ini pada saat kuliah dulu di Psikologi Trauma Bencana..yang artinya sebagai penolong dalam situasi krisis maupun bencana, dalam melalukan upaya pertolongan, kita harus memperhatikan betul kondisi psikologis korban (baca survivor), jangan membuat dia lebih menderita dari apa yang sudah dialami.
Adanya perasaan sedih yang berlebihan, marah, kesal, emosi pada saat terjadinya 2 situasi tersebut adalah hal yang normal, karena mereka sedang mengalami situasi tidak normal.
Bagi penolong, kita wajib menghargai perasaan dan perilaku mereka, yang bisa jadi sedangmengalami stres maupunpun trauma...
Apalagi bagi mereka yang bukan penolong, wartawan atau pihak lain yang tidak berhubungan langsung dengan situasi tersebut, jika kita tidak bisa memberikan bantuan "sesuai" kebutuhan mereka, maka minimal kita tidak melakukan sesuatu yang lebih membuat mereka menderita...
Misalkan, seseorang yang sedang kehilangan anggota keluarga, atau tidak mengetahui kondisi keluarganya...ditanya oleh wartawan, dengan misi u memberitakan melalui media...apa yang anda rasakan setelah mendengar kabar kecelakaan dari keluarga anda...
sedang yang ditanya sedang menangis dan terlihat kelelahan, adalah satu hal yang tidak etis, bukannya memberikan rasa nyaman...tapi bisa jadi memberikan tusukan kembali pada luka yang telah dia miliki..
Jadi, buat teman-teman media dan siapapun yang sedang berhubungan dengan para survivor maupun keluarganya..mohon menghargai hal ini..
ada protokol-protokol bidang bencana yang harus dihormati, ada perilaku-perilaku yang harus dijaga pada saat melakukan upaya pemberian bantuan..
Niat baik kita hendaknya diiringi dengan perbuatan baik, semoga bisa memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka...

2 komentar:

kartina ika sari mengatakan...

Hmm kayaknya memang masih banyak wartawan yg belum paham mba yul. Mereka perlu dikasih short course kali ya agar lebih memahami kondisi para korban..tulisan yg menginspirasi, makasih infonya :)

kartina ika sari mengatakan...

makasih infonya mba yuli

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...