Rabu, 14 Agustus 2013

Anak usia 3 tahun, sudahkah mengerti tentang makna sebuah kata? (Part 1)

Pertanyaan di di judul di atas sepertinya pas karena aku mengalami sendiri dengan anakku Al yang sekarang telah berusia 3 tahun. Dengan banyaknya idion dan plesetan yang beredar di keseharian kita, bisa jadi menular kepada ana-anak. Apalagi anak yang tidak diasuk 24 jam langsung oleh mamanya. Misalkan saja Al, anakku yang sekarang berusia 3 tahun, dia mudah sekali mengadopsi kata-kata baru yang bisa jadi maknanya bisa jadi sangat berbeda dengan yang kita (orang dewasa) pahami. berikut cuplikan beberapa kisahnya.

1. Bodoh
Suatu sore, sesudah pulang kantor, saya mendengar Al bicara. ah bodoh nih mobil. kemudian aku nanya. Dek, bodoh itu apa ya? ini mah, mobilnya jelek. Jadi kata bodoh itu artinya jelek buat dia. Kemudian aku berusaha mencari tahu darimana asal kata itu dipelajarinya. Ternyata dari kartun. Dan ini adalah salah satu bukti dampak negatif dari media TV yang ditonton tanpa pengawasan. Sejak saat itu, aku berusaha menetralisir dan menjelaskan tentang penggunaan kata2 bodoh ini. Dan yakin deh, nggak mudah.

2. Kamu
Kata kedua adalah kamu. Al sekarang ini suka sekali memanggil orang dengan sebutan kamu. Kakaknya, teman-temannya, ayahnya, tamu-tamu di rumah, nenek dan kakeknya. Bagi dia kamu itu panggilan untuk semua orang. Kata kamu ini dipelajarinya dari teman2 sebayanya di komplek perumahan. Mereka selalu memakai kata kamu untuk menyebut orang lain. Berbeda dengan kita orang dewasa, yang memiliki banyak sinonim untuk menyebutkan/ mengganti kata kamu. Yah menurutku cukup baik lah,minimal nggak memakai kata loe...gue...end

3. Botak
Al, tahu istilah botak pertama kali ketika kami menyebut kepalanya botak, karena dia memotong rambutnya sendiri sehingga pitak. Mulai sekarang dia bilang rambut Aliandra Botak. Padahal sekarang rambutnya sudah gondrong. tapi tetap saja dia maunya dipanggil botak

4. Tajam
Nah sejarah rambut botaknya Al juga tidak jauh-jauh dengan kalimat tajam. di TV ada acara anak2 yang selalu bilang "hati-hati karena gunting itu tajam" disebutin disetiap mereka memakai gunting untuk memotong kertas. Nah dia menirunya dengan menyebutkan kalimat yang sama, sambil menggunting rambutnya di tengah. yang kemudian menjadi pitak. Ini berarti Al tidak tahu makna tajam itu dekat dengan berbahaya....

5. Cewek
Ini adalah kata ekstrim yang membuat kami lebih shock. Semalam, dia bilang, pah-pah nih Andra main cewek doong. Duh apaaaaa??? ternyata dia sedang main game binatang. Nah ini asal muasal kata cewek dan kenapa dia pakai belum kami ketahui.

Masih banyak lagi kata-kata yang dia ucapkan, dan banyak media yang mempengaruhinya untuk mengenal kata baru tersebut. Sebaiknya anak diajarkan kata-kata yang baik, namun ketika kita tidak bisa mengontrol anak selama 24 jam, karena ada aktivitas lain, maka kepekaanlah yang dituntut untuk memberikan pemahaman dan kontrol yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...