Rabu, 12 Januari 2011

Hari-Hari Penuh Kejutan (11-01-2011)

Selama berangkat kerja :
Anak jalanan, yang sebulan lalu mengaku kehabisan ongkos, minta diberi ongkos (di stasiun depok lama). Ternyata hari ini jam 11.00 berada di stasiun UI, dengan kostum yang sama yaitu pakaian seragam SD, dengan 2 anak lain (Peron stasiun, 10.00 wib)

Menyaksikan dua orang anak pengamen, yaitu seorang anak berusia 11 tahun, dan satu lagi berusia 2 tahun. Anak yang kecil menangis tersedu-sedu, namun tetap harus menyanyi dengan alunan musik super keras, dangdut, sembari dimarahi anak yang lebih besar (Kereta ekonomi, 11.15 wib)

Ketika perjalanan pulang kantor:
Ketika berjalan menuju halte bush way, mendengar selentingan pembicaraan satpam kantor sebelah yang menyatakan dengan seriusnya, “Orang yang ngomongnya tinggi, belum tentu hatinya tinggi hati.” (Sebelah kantor, 17.40 wib)

Seorang bapak tua, menelpon temannya di seberang sana “ Bang, saya sudah sampai di Pancoran. Itu lho yang ada orang lagi terbang.” (Dalam bushway, 17.55 wib)

Pada saat di kereta sebelah kiri, ibu-ibu dengan anak berusia 3 tahun, kursi sebelah kanan, anak berusia 4,5 bulan. Teringat dengan Zahira dan Andra. Anak yang berusia 3 tahun, tiba-tiba menangis dan teriak-teriak. Ibu-ibu termasuk saya yang berada di situ kebingungan. Saya tanyakan ke ibu-nya, “Kenapa ibu anaknya?” Ibunya menjawab, “Nggak tahu nih kenapa?”. Saya menambahkan, “Apa dia tadi memakan sesuatu?” sang ibu menjawab “Iya, tadi makan permen.”Pikiranku langsung tertuju pada asumsi jika anak itu tersedak. Kemudian aku mencoba membantu dengan membalikkan tubuhnya dan memedang badannya dengan meletakkan tangan untuk menopang lipatan tangan (ketiak) dan dadanya, dengan memberi tepukan di punggung. Gak sampai 2 tepukan, anaknya meraung-raung tidak mau. Sepertinya dia tidak nyaman dengan orang lain. Sementara ibunya masih bingung, saya menyakinkan ibu untuk berani melakukan seperti yang saya lakukan. Dan Alhamdulillah, anak itu terdiam. Setelah kuperhatikan mulutnya, ternyata permennya sudah keluar, namun masih tetap tidak mau dibuang. Ah dasar anak kecil, sayang kali ya dengan permen, mending dimakan daripada dibuang…..

Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...