Kamis, 02 September 2010

Gadis Pemanjat Pagar Rel Kereta

1 Sept 2010.16.30 wib

Sore itu aku sedang berjalan pulang dari menyerahkan tugas di kampus. Biasanya aku langsung cari is-abang berhelm kuning alias abang ojek kampus. Dengan ojek, aku bisa langsung di jalan depan tidak sampai 10 menit dan hanya dengan uang 5 ribu rupiah. Namun sore itu aku memilih untuk berjalan kaki menuju halte bikun terdekat karena aku sedang senang, tugasku sudah berhasil diterima langsung oleh ke-dua dosenku. Karena biasanya bertemu mereka saja susahnya setengah mati (setengahnya lg sehat wal afiat...hehehe)

Halte itu tidak begitu jauh dari gedung A di fakultasku, Sambil berjalan kaki, tak sengaja mataku melihat pagar berwarna kuning yang terbuat dari besi-besi yang ada di sebelah kiri jalanku. Pagar itu memisahkan antara jalan kampus dan rel kereta api. Sisi Pagar tak jauh dari halte, ada sebuah pintu kecil yang ternyata di gembok. Namun di sisi sebelah atas ada lubang seluas 0,5 x1 m. Kalau di permainan outbound, lubang sebesar itu bisa dimainkan untuk games tim building memasukkan tubuh lewat lubang. Namun yang ini ada di sebelah atas, sehingga orang harus memanjat pagar setinggi 2 meter dulu baru bisa memasukinya.


Dari jauh, aku lihat ada segerombolan gadis berusia 19 tahunan di deket pagar dengan pintu terkunci itu. Sepertinya mereka adalah anak mahasiswa yang juga baru selesai kuliah. Kupikir mereka sedang ingin membuka pagar itu. Namun betapa terkejutnya, setelah salah satu dari mereka memanjat pagar dan berteriak...aaaaaah.....Gadis itu tersangkut di atas pagar...dan tidak berani turun...padahal di bawahnya ada sungai kecil...terbayang kalau dia terjatuh...yang pertama basah, kemudian lebam badannya dan yang pasti malunya....tak tertebus...
"Oalah, makanya puasa-puasa gini jangan macem-macem,,,,"pikirku. Kata hati ingin menolong, tetapi sudah ada 4 orang yang dah siap2 manjat pagar itu untuk menuntunnya ke bawah.

Melihat kehebohan ini aku termangu memikirkan kenapa dia kok nekat manjat pagar itu, padahal tidak jauh dari tempat itu ada halte bikun (bis kuning). Dia tinggal menunggu sebentar sampai bikun lewat dan dengan gratis diantar sampai perlintasan rel kereta terdekat
………………………………………

Tapi memang hidup ini adalah pilihan….setiap saat harus memilih…meskipun pilihannya kadang konyol dan tidak dimengerti orang lain….paling tidak pernah tercatat di sejarah hidupnya kalau dia si gadis pemanjat pagar yang tersangkut di atas pagar, hehehe
.....................................

Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...