Kamis, 11 Februari 2010

FORPIS: Penyambung Aspirasi PMR dalam Berorganisasi

Majunya organisasi salah satunya adalah harus ditopang oleh SDM yang handal. Gerak langkah PMI pun tidak lepas dari peran SDM ini, salah satunya adalah relawannya. Palang Merah Remaja (PMR), sebagai bagian dari relawan masa depan, oleh karenanya memegang posisi penting dan menjadi aset berharga bagi PMI untuk menjalankan roda misi kemanusiaannya.

PMR (Mula, Madya, dan Wira) jika dikategorikan dalam tahapan perkembangannya termasuk di dalam kelompok remaja yang memiliki ciri perilaku menonjol di dalam perilaku sosialnya. Seperti yang dituliskan oleh Seifert, K.L. & Hoffnung, R.J. (1987) dalam Child and Adolescent Development, bahwasanya saat remajalah proses individu membentuk pola perilaku dan nilai-nilai baru. Pemantapan identitas diri ini tidak selalu mulus, tetapi sering melalui proses yang panjang dan bergejolak. Oleh karena itu, dalam pembinaan yang menyasar ke target remaja lebih dikembangkan dalam nuansa pembangunan karakter.

PMI secara berkelanjutan dan berkala terus merencanakan pengembangan PMR dengan menampung motivasi, idealisme, pengalaman serta ketrampilan remaja guna memajukan organisasi. Program PMR kerap melibatkan para remaja dalam setiap kegiatan PMI. Bukan hanya menempatkan mereka sebagai pelaksana, namun membuka akses untuk melibatkan mereka dalam merencanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan yang hasilnya untuk kemajuan mereka.

Forpis
Pemantapan peran remaja dalam pelibatan di proses organisasi ini kemudian disepakati pada General Assembly tahun 1999 yang diterjemahkan dalam kebijakan IFRC tentang remaja. PMI menindaklanjutinya dengan mengadakan konferensi nasional PMR yang kemudian menghasilkan deklarasi Forpis (Forum Remaja Palang Merah Indonesia). Forpis menjadi wadah bagi PMR untuk memberdayakan dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan. Bahwasanya keputusan itu tetap diambil oleh pengurus, namun PMR disini memiliki peran dalam prosesnya.

Sebagai presiden Forpis Nasional telah terpilih Karim dari PMR Sulawesi Selatan, remaja 17 tahun siswa MAN Tangkep.

“Forpis ini penting bagi pengembangan PMR karena memberikan wadah untuk menyalurkan aspirasi teman-teman PMR baik diatara mereka sendiri maupun ke luar yakni ke PMI Cabang, Daerah dan Pusat,” kata Karim, Presiden Forpis Nasional.


Forpis dianalogikan sebagai mekanisme rapat ketua-ketua PMR. Dimana di dalam setiap rapat pasti ada pemimpin atau yang kemudian dikenal dengan coordinator. Forpis Cabang berkedudukan di PMI Cabang dan mengadakan pertemuan minimal 3 bulan sekali, Forpis Daerah berkedudukan di PMI Daerah dan minimal 6 bulan sekali mengadakan pertemuan sedangkan Forpis Nasional berkedudukan di PMI Pusat dengan minimal 1 kali pertemuan Nasional.

Setiap pertemuan Forpis yang diadakan tentunya memiliki agenda tertentu yang tidak jauh dari upaya pengembangan PMR. Hasil rekomendasi pertemuan ini kemudian digunakan menjadi masukan bagi fungsi kesekretariatan yang tetap dilaksanakan oleh Divisi/ Bidang PMR dan Relawan yang ada di markas. Rekomendasi dari pertemuan Forpislah yang mampu mengilhami proses pengembangan PMR yang bersifat bottom up dimana PMR telah dilibatkan secara tidak langsung dalam memberikan masukan untuk penentuan key indicator pengembangan progam untuk mereka yang kemudian diterjemahkan oleh Markas di dalam Renstra, Program Kerja dan Kegiatan untuk PMR yang akan disetujui oleh Pengurus.

Oleh karena itu penting untuk menjaga komunikasi yang telah terbentuk ini. Kedepan Karim berharap seluruh PMR di Indonesia memahami apa itu Forpis sehingga bisa berkontribusia aktif di dalamnya. Karena masih banyak teman-teman PMR yang belum mengerti tentang Forpis. Masih banyak yang beranggapan kalau Forpis ini adalah organisasi yang berbeda dari PMR padahal sejatinya forpis ini tidak akan menggantikan fungsi dari PMR. Sebaliknya, justru memperkuat upaya pengembangan PMR dengan mefasilitasinya dalam forum komunikasi.

Kedepan pengembangan PMR akan focus pada sosialisasi makna Forpis ini sendiri di seluruh jajaran PMR, sehingga fungsi Forpis sebagai penyambung lidah PMR kepada markas bisa efektif terlaksana. (yad)

Tidak ada komentar:

Jadikan Hidup Kita Lebih Sehat : Hindari Rokok!

Pertemuan Blogger Semarang dengan Sembutopia "Wolrd No Tobacco Day_2018" Ayah saya (Alm) adalah seorang perokok, perokok ...