Rabu, 18 Februari 2009

"Why White Coasts made the baby scream? clasical conditioning and operant conditioning"



1. Teori Classical Conditionins

Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Ivan Petrovich Pavlov, warga Rusia yang hidup pada tahun 1849-1936.
Teorinya adalah tentang condi¬tioned reflects.
Pavlov mengadakan penelitian secara intensif mengenai kelenjar ludah. Penelitian yang dilakukan Pavlov menggunakan anjing sebagai objeknya. Anjing diberi stimulus dengan makanan dan isyarat bunyi, dengan asumsi bahwa suatu ketika anjing akan merespons stimulan berdasarkan kebiasaan.Ketika akan makan, anjing mengeluarkan liur sebagai isyarat dia siap makan.
Percobaan itu diulang berkali-kali, dan pada akhirnya percobaan dilakukan dengan memberi bunyi saja tanpa diberi makanan. Hasilnya, anjing tetap mengeluarkan liur dengan anggapan bahwa di balik bunyi itu ada makanan. Lewat penemuannya,
Pavlov meletakkan dasar behaviorisme sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi berbagai penelitian mengenai proses belajar dan pengembangan teori-teori belajar.
Prinsip belajar menurut Pavlov adalah sebagai berikut:
a. Belajar adalah pembentukan kebiasaan dengan cara menghubungkan/ mempertautkan antara perangsang (stimulus) yang lebih kurang dengan perangsang yang lebih lemah.
b. Proses belajar terjadi apabila ada interaksi antara organisme dengan lingkungan.
c. Belajar adalah membuat perubahan-perubahan pada organisme/individu.
d. Setiap perangsang akan menimbulkan aktivitas otak.
e. Semua aktivitas susunan saraf pusat diatur oleh eksitasi dan inhibitasi.

2. Teori Operant Conditionins

Teori ini dikemukakan oleh Burhus Frederic Skinner. la membedakan tingkah laku responden, yaitu tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang jelas. Misalnya, kucing lari ke sana kemari karena melihat daging.
Operant Behavior adalah tingkah laku yang ditimbulkan oleh stimulus yang belum diketahui, namun semata-mata ditimbulkan oleh organisme itu sendiri, dan belum tentu dikehendaki oleh stimulus dari luar. Misalnya, kucing lari ke sana kemari karena kucing itu lapar, bukan karena melihat daging (Sri Rumini, 1993: 75-76).
Sesuai dengan dua tingkah laku tersebut, ada dua macam kondisi,
a. yaitu: Pertama, Respont Conditioning. Kondisi ini disebut sebagai tipe S, karena menitikberatkan pada sti¬mulus. Hal ini sama dengan kondisi yang dikemuka¬kan oleh Pavlov.
b. Kedua, Operant Conditioning. Kondisi ini disebut sebagai tipe R, karena menitikberatkan pada pentingnya respons.

Menurut Skinner, ada dua prinsip umum dalam kondisi ini, yaitu:
• Setiap respons yang diikuti stimulus yang memperkuat reward (ganjaran), akan cenderung diulangi.
• Stimulus yang memperkuat reward akan meningkatkan kecepatan terjadinya respons operant.
Dengan kata lain, reward akan mengakibatkan diulanginya suatu respons.Setelah melakukan eksperimen berulang-ulang, Skinner berkesimpulan bahwa mula-mula dalam jangka pendek, baik hukuman maupun hadiah, mempunyai efek mengubah dan menaikkan tingkah laku yang dikehendaki. Namun dalam jangka panjang, hadiah tetap berefek menaikkan, sedangkan hukuman justru tidak berfungsi. Artinya, antara hadiah dan hukuman tidak simetris.

Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...