Rabu, 03 Desember 2008

SISTEM PELAYANAN TERHADAP ANGGOTA UNTUK MEMBENTUK MILITANSI BERORGANISASI

Pointer:
Organisasi
Relawan
Peran ORGANISASI terhadap relawannya
Sistem pelayanan anggota : KTA
Pengelolaan kta, untuk mengetahui kekuatan organissasi
Data relawan adalah modal untuk pembinaan dan membentuk militansi berorganisasi’
Selamat Hari Relawan, 26 Desember
Sebuah organisasi tentu sangat mendambakan tujuannya tercapai. Ini sesuai dengan kaidah organisasi itu sendiri yang berarti kumpulan social dalam suatu wadah atau tempat yang memiliki kesamaan tujuan dan bersama-sama memujudkannya dengan segala upayanya serta peranan anggota dalam pengelolaannya, yang mana membedakan dengan lingkungannya. (An organization is social arrangement which pursues collective goals, which controls its own performance, and which has a boundary separating it from its environment). (Agungndaru-pentingnya militansi dalam sebuah organisasi)
Pada dasarnya organisasi terdiri dari beberapa unsur yaitu: tujuan, anggota, bidang kerja, kepengurusan dan sistem yang terangkum dalam manajemen organisasi. Organisasi yang kuat berasal dari manajemen yang kuat. Namun apakah manajemen yang tepat dan terstruktur dapat membawa organisasi tersebut sukses? Ada point yang harus ditelaah sebelumnya yaitu peran anggota.
Di organisasi kita, peran anggota baik itu Pengurus, Staf maupun relawan kemudian menjadi sebuah kunci dari kesuksesan PMI. Relawan menjadi bagian penting dalam kesusksesan organisasi. Dalam pengertiannya, relawan adalah seseorang atau sekelompok orang yang secara ikhlas karena panggilan nuraninya memberikan apa yang dimilikinya tanpa mengharapkan imbalan/ upah ataupun karier.
Dalam rangka keberlanjutan program kemanusiaan di masyarakat, maka peran relawan menjadi sangat penting. Kondisi yang perlu terus dijaga bagi keberadaan peran para relawan adalah jiwa kerelawanan. Hasilnya adalah timbulnya jiwa kebersamaan (social cohesion) yang merupakan dampak positif dari peran kerelawanan.
Salah satu komponen penting bagi keberlanjutan peran relawan adalah manajemen relawan. Dengan demikian hasil kerja para relawan akan semakin nyata dan berarti di masyarakat.
Pedoman keanggotaan dan manajemen relawan yang telah disusun oleh PMI Pusat merupakan jawaban dari pembahasan di atas yang semuanya bermuara pada system pelayanan keanggotaan. Namun system yang baik juga perlu diikuti dengan implementasi sehingga hasilnya bisa optimal. Sebagai sebuah indicator dalam system keanggotaan yang baik adalah kemampuan tehnis dan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi.
Penulis menilai hal ini dari dua paradigma yaitu bagaimana organisasi mengelola database keanggotaannya dan bagaimana akses serta kemampuan anggota untuk berkontribusi di kegiatan organisasi. Bicara tentang paradigma ke-dua sudah pernah disinggung sebelumnya yaitu melalui mekanisme pendidikan dan pelatihan serta penugasan.
Kita batasi dalam paradigma yang pertama yaitu bagaimana organisasi mengelola database keanggotaannya. Hal ini menjadi sangat penting karena PMI adalah organisasi yang besar, dengan jumlah anggota yang lebih dan system yang kompleks, sehingga memerlukan penataan tentang keanggotaan yang lebih pula untuk mengurusi arah pembinaan dan menjaga arah organisasi. adalah sebuah peluang sekaligus warning manakala keanggotaan tdak dikelola secara rapi.
Salah satu mekanisme yang dikembangkan PMI dalam menata keanggotaannya yaitu dengan KTA (Kartu Tanda Anggota) yang diterbitkan bagi setiap anggotanya.
Salah satu alat ukur efektifnya pemberian KTA, dapat dilihat di dalam moment lima-tahunan dan event terbesar relawan PMI yaitu Temu karya Relawan PMI Nasional tingkat IV yang baru saja diselenggaran di Banten. Dalam kegiatan ini, salah satu persyaratan utama bagi relawan untuk bisa menjadi peserta yaitu tentang kepemilikan KTA. Setiap relawan yang menjadi calon peserta kegiatan harus menyerahkan fotocopy KTA yang dimilikinya untuk mendapatkan id card peserta temu karya.
Terlepas dari ada dan tidaknya beberapa daerah yang tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, setidaknya dengan kenyataan ini kita semakin sadar bahwa sudah saatnya kita membenahi system yang ada, sehinggga apaapun bentuk pembinaan yang dilakukan bisa diterapkan kepada orang yang tepat dan pada porsi yang tepat pula.
Ketika keanggotaan telah diatur sedemikian rapihnya, ada hal lain yang bisa diabil sari nya yaitu tentang militansi keanggotaan atau jiwa kerelawanan. Nah hal inilah yang sebetulnya menjadi kunci dari pembinaan organisasi karena militansi ini menciptakan semangat (spirit), kepatuhan dan pengorbanan dalam diri anggota yang secara sadar ataupun tidak sadar menjadi kekuatan yang positif bagi organisasi.
Pertanyaannya kembali ke diri kita masing-masing, insan-insan PMI, apakah kita sudah mengelola keanggotaaan dengan baik (misalnya dengan membenahi mekanisme pemberian KTA ) dan kemudian bagaimana dengan peran kita meningkatkan militansi/ jiwa kerelawanan untuk PMI kita? Karena ssudah saatnya kita berbenah.
Selamat Hari Relawan, 26 Desember
Semoga esok jauh lebih baik.(yad)

Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...