Jumat, 22 Agustus 2008

Maafkan Mama, Za...

Hari ini, aku pulang kerja seperti biasa. Sebagai seorang staf di PMI Pusat mengharuskanku untuk keluar rumah dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Dan hari ini menginjak hari ke-2 suami tercintaku pergi meng-audit ke Surabaya. Jadi di rumah hanya ada Zahira, Mbak Puput dan aku sendiri. Perjalanan yang cukup melelahkan, puasa tanpa sahur dan pekerjaan yang cukup menumpuk membuatku cukup capek begitu tiba di rumah.

Jam 19.00 tiba di rumah, aku sudah di sambut dengan isak tangis zahira...Aduh kenapa kou nak???dan ternyata dia kangen dengan papanya. Sejak ki pulang tak kurang dari 10 kali pertanyaan sama terlontar dari mulutnya. Papa mana ma??

Sampai jam 11 malam dia belum jua terlelap. Sampai mungkin kesalahanku, dia tertidur dengan mata menangis...hanya karena ingin menumpahkan seluruh makanan dan minuman yang ada di meja. Aku harus bersikap cukup tegas. Bahkan suami yang menelponku memarahiku karena zahira menangis. Tapi aku harus tegas untuk kebaikanmu nak. Kamu harus tidur karena sudah sangat malam.

Kamu tidak boleh memaikan makanan dan minuman yang ada. Besok kita bisa main lagi.
Maafkan mama ya.

Tidak ada komentar:

Kaleidoskop 2017 : Sukses itu Senilai dengan Rasa Bahagia.

Sebagai sebuah pengantar, saya adalah seorang wanita dengan berpendidikan S2 dari kampus ternama di Indonesia.  Atas dukungan penuh dar...