Sabtu, 18 November 2017

WASPADA!! Bahaya Cyber Sex pada Anak dan Remaja.


Sumber : Google


                Kids jaman now pasti sudah sangat akrab bermain internet. Tidak hanya demi bermain game, dunia pendidikan baik TK, SD apalagi tingkat pendidikan yang lebih tinggi acapkali menggunakan media ini untuk mempermudah pelaksanaan proses pendidikan. Di satu sisi, ini tentu menguntungkan bukan hanya untuk pendidik namun pada peserta didik yaitu anak sekolah itu sendiri. Karena penggunaan media internet akan memudahkan siswa untuk melihat video pembelajaran, mendapatkan slide presentasi dengan mudah sehingga proses penyerapan ilmu menjadi lebih cepat.
                Internet ternyata bermuka dua. Dibalik manfaat positif, internet menyimpan sisi negatifnya. Satu hal yang wajib diwaspadai yaitu cyber sex. Bahaya cyber sex menghantui anak dan remaja kita dengan semakin dekatnya mereka dengan dunia online. Kali ini saya ingin mengungkap tentang cyber sex pada anak dan remaja serta bagaimana upaya kita sebagai orangtua untuk mencegahnya.

Cyber Sex

Cyber sex sering dikenal sebagai aktivitas sex melalui dunia maya. Kalau orang dewasa dengan pasangan sahnya mungkin biasa melakukan sex chat untuk komunikasi jarak jauh, namun bagi anak-anak aktivitas cyber sex ini sangat berbahaya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Plan Organization menemukan bahwa 6 dari 10 pelaku perdagangan sex menggunakan internet untuk mencari klien potensialnya. Fakta bahwa sosial media facebook, aplikasi mobile dan bahkan website telah digunakan untuk menghubungkan dengan mudah antara korban dengan pembeli dalam proses perdagangan sex. Sungguh menakutkan!
Bayangkan, anak dan remaja kita yang belum waktunya melihat aktivitas sex dapat dengan mudah mengakses gambar maupun video ini melalui internet. Awalnya mungkin mereka tidak tahu dan jijik. Namun lama-kelamaan mereka bisa terbiasa dan bahkan mengalami kecanduan. Dan kecanduan cyber sex akan menjadi malapetaka bagi korban dan keluarga. Ini bisa berkembang menjadi satu gangguan jiwa dimana penderita mengalami ketergantungan dengan internet untuk melepaskan syahwatnya. Jika hal ini sudah menyasar pada anak, maka akan menjadi sangat berbahaya bagi perkembangannya mental dan psikososialnya.


Karakter Anak dan Remaja

                Sifat dasar anak adalah suka bermain, sedangkan remaja adalah rasa ingin tahu yang sangat besar. Terkait usia mereka yang rentang 5-17 tahun, menjadikan pengalaman hidup mereka masih terbatas. Sehingga terkait hal yang baik tidak baik, benar dan tidak benar menjadi terbatas. Asalkan itu membuat mereka senang, maka mereka akan senang hati melakukannya. Termasuk di dalamnya bermaik games, melihat situs-situs baru, mencoba hal-hal baru dan sebagainya.
                Kehadiran orang dewasa dalam perkembangan anak dan remaja menjadi penting, karena merekalah sosok panutan yang menjadi “role model” atau panutan. Di orang dewasa-lah jawaban benar dan baik untuk hal tertentu selayaknya keluar. Orang dewasa dalam hal ini sebaiknya adalah kedua orang tuanya.  Orang tua yang peduli dengan perkembangan anaknya, sepantasnya tahu dan mengerti kebutuhan kids jaman now. Salah satunya tentang internet. Disinilah pentingnya orang tua jaman now harus bisa melek teknologi agar bisa mengawasi dan melindungi anaknya dari cyber sex.

Upaya Pencegahan

Orang tua memiliki tanggung jawab yang luar biasa dalam menjaga anak-anaknya. Termasuk menghadapi bahaya cyber sex. Berikut ini adalah strategi menolak bala cyber sex yang bisa kita lakukan

Pertama, Memberlakukan “setting parental control” pada aplikasi mobile di selular anda

Anak-anak sering melihat video yang menarik melalui youtube. Maka satu hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan setting terbatas atau parental control pada youtube yang terinstal di selular anda. Caranya yaitu :

Masuk ke youtube, tekan menu di kanan atas. Pilih pengaturan-Umum-lalu klik “mode terbatas”.

Kedua, Praktekkan internet sehat di rumah
Internet sehat
sumber : Google

Saya termasuk keluarga yang memperbolehkan anak bermain gadget. Kenapa? Karena banyak hal positif yang bisa dipelajari anak melalui gadget. Namun, ada aturan dasar yang saya berlakukan dalam penggunaan internet di rumah kami.
-          Untuk anak pertama yang berusia 12 tahun. Dia mendapatkan selular dengan akun sosial media. Waktu dia menggunakan HP sangat terbatas, karena hanya bisa dilakukan sepulang sekolah dan sebelum magrib.Karena jadwal sekolahnya yang fullday, maka dia hanya mendapatkan akses bebas di hari selasa, kamis pada pukul 15.00-18.00. Nah, di hari sabtu (libur) dia mendapatkan akses bebas terbatas.
-          Untuk anak ke-2 dan si kembar yang masih sekolah kecil (playgroup-sd kelas 1), mereka mendapatkan akses ke HP melalui HP saya. Dimana saya bisa mengontrol games apa yang boleh/ tidak boleh diintal di HP, video seperti apa yang bisa dilihat melalui youtube online dan yang telah didownload
-          Penerapan waktu no HP, no TV di rumah
Setiap malam, sehabis magrib hingga tidur, kami menerapkan “No HP dan No TV” di rumah bagi semua orang. Kecuali untuk orangtua memeriksa ada tugas sekolah untuk anak-anaknya.


Ketiga, Jaga Privasi di Media Sosial

Internet sehat

       Nah, poin yang ketiga ini mungkin hal yang paling sulit dilakukan. Mengingat kebutuhan manusia untuk eksis di dunia maya semakin tinggi. Kemudahan selfie, wefie dan post di media sosial ternyata bisa membuka pintu ke jurang media sosial. Oleh karena itu, tips ketiga yaitu dengan menjaga privasi kita.  
Berikut ini adalah daftar yang harus kita jaga untuk disebar di media sosial, yaitu :

1. Data pribadi
Data yang dimaksud terutama alamat lengkap baik rumah maupun sekolah anak. Jika ingin publish, buatlah inisial dari alamat. Minimal ini dilakukan untuk melindungi diri kita dari kejahatan orang.

2, Foto pribadi
Perlu sekali kita menjelaskan kepada anak-anak tentang etika kesopanan publish foto. Baik share maupun setting profil. Jika anak-anak kita sudah dewasa dan menggunakan hijab, maka kitas selalu harus mengingatkannya untuk menjaga dirinya.

3. Cerita pribadi
Anak-anak perlu diingatkan untuk tidak perlu sharing curhat masalah pribadi di media sosial. Karena tentunya hal ini tidak ada gunanya. Buat apa? Justru ini akan memancing orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk mendekatinya. Ajaklah anak-anak untuk terbiasa curhat kepada orang tuanya daripada curhat melalui media sosial.

Mendidik anak layaknya merawat tumbuhan. Perlu proses dan kesabaran, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dalam prosesnya banyak sekali hama dan penyakit yang bisa menyerang mereka. Oleh karena itu, orang tua diharapkan memiliki kesabaran yang ekstra serta ilmu khusus untuk bisa menjaga buah hatinya. Hal ini menjadi hal yang wajib, khususnya di era jaman now. Dalam hal serangan cyber sex, orang tua harus melek teknologi dan menerapkan internet sehat untuk anak-anak. Saya yakin mbak Dewi dan Mbak Ningrum setuju dengan pendapat saya. Tidak perlu dikekang, diperkenalkan sewajarnya namun tetap dalam pengawasan orang tua. Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita dan menjaga anak-anak agar kelak menjadi orang sholeh dan solehah. AAMIIN Ya Robbal Alamin.


Senin, 06 November 2017

5 Fakta menarik dari Film Tentang Bencana

Gerakan palang merah dan bulan sabit merah  Internasional bergerak dalam bencana


Setiap hari di berbagai belahan dunia,  kejadian bencana terjadi . Data statistik menunjukkan jumlah kejadian, korban dan dampaknya yang terus meningkat. Untungnya peningkatan ini diikuti dengan meningkatkan minat masyarakat maupun lembaga yang consern dengan kebencanaan. PMI salah satunya, sebagai bagian dari gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional selalu berperan penting dalam kebencanaan di Indonesia. 

Di sisi lain, dunia kreatif pun turut meramaikan dunia bencana. Penggiat seni yang kemudian menghadirkan genre baru dalam perfilman.  Muncullah kemudian film yang tertarik seputar bencana.

Apa itu Film tentang Bencana?

Film tentang bencana atau bahasa kerennya disaster movie adalah film yang menyajikan cerita dengan setting tentang kebencanaan. Baik bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletis; maupun bencana sosial/ ulah manusia seperti kecelakaan pesawat, perang, konflik etnis, dan lain lain.
Istilah lain dari film tentang kebencanaan ini adalah film tragedi. Prinsipnya sama saja, yaitu bercerita tentang kejadian luar biasa yang menjadikannya tidak normal yang dialami oleh manusia.

Sejak kapan film tentang bencana muncul?

Sebuah sumber menyatakan film tentang bencana mulai booming di era  1970-an serta dekade 1990-an . Nyatanya hingga sekarang film dengan genre khusus ini terus ngehits. Masih ingat dengan film titanic? Jika kamu anak 90an, jangan hanya terpesona dengan lagu Celine dion dan tampang imyutnya Leonardo Decaprio itu. Kamu juga bisa mengamati plot ceritanya yang termasuk dalam genre film tentang bencana. Meskipun dari skala bencana yang terjadi  hanya dialami para penumpang kapal yang nyatanya tercanggih di eranya. Namun tentunya dampak yang terjadi dirasakan pula oleh keluarga yang ditinggalkan. Dalam kaidah bencana, mereka dinamakan  secondary victim.

Siapa peminat film tentang kebencanaan?
Genre film ini ternyata memiliki peminat tersendiri. Genre ini menggabungkan peminat film yang menyukai action, thriller dan drama. Saya sendiri, sering membuat cuplikan video dari film dengan kategori ini dalam materi presentasi saya. Tentunya jika terkait dengan bidang psikososial yang saya pahami, maka saya membuat film pendek (biasanya dengan wondows movie maker) sebagai pengantar tentang kebencanaan.

Fakta menarik dari Film tentang Bencana.
Disini saya akan mengulas 5 fakta menarik tentang disaaster movie atau film tentang kebencanaan, yaitu:

1.Cerita bencana
Hafalan Shalat Delisa
Sumber : Google

Dalam film tentang bencana/ disaster movie, sudah pasti penonton akan disuguhkan sebuah kerusakan luar biasa yang terjadi. Kerusakan ini akan merusak tempat tinggal, pekerjaan, kehidupan sosial dan masyarakat secara umum dari film tersebut.
Penonton akan disuguhkan bagaimana bencana secara keseluruhan itu tidak dapat dielakkan. Seperti cerita dalam film hafalan shalat delisa (2011 ) yang menceritakan bencana tsunami Aceh.

2. Trauma

Kejadian bencana sudah pasti dibarengi dengan peristiwa traumatis yang dihadapi oleh korbannya. Baik itu kehilangan pekerjaan, kejadian kekerasan seperti percobaan perkosaan bahkan hingga pembunuhan sampai kehilangan seseorang yang dicintai. Dalam film bergenre bencana sudah pasti akan menggambarkan tentang trauma yang dialami oleh korbannya. Trauma ini bisa jadi melekat seterusnya hingga beberapa tidak bisa bertahan hidup, namun ada pula yang mampu bangkit melawan kejadian traumatis yang dialami.

3. Bertahan hidup

Hal yang paling menarik dari film bencana ini adalah kemampuan manusia untuk bertahan hidup. Manusia sebagai makhluk yang unik yang memiliki daya resiliensi  (daya juang) dalam menghadapi situasi yang ada. Tengok saja film seperti 2012 yang menceritakan tentang kiamat.
Sumber : Google

Kemampuan bertahan hidup ini digambarkan dengan drama yang demikian hebatnya karena setting film ini termasuk dalam kondisi tidak normal. Tokoh utama berusaha menyelamatkan anggota keluarga dengan segenap kemampuan yang dimilikinya dan akhirnya mampu selamat.

4. Pemilihan film
Bebearapa film bencana yang berhasil menggaet pemirsa biasanya dimainkan oleh aktor/ aktris  yang mumpuni. Kemampuan mereka menjadi pertaruhan seluruh tim untuk bisa menggambarkan bagaimana manusia bisa berjuang. Salah satu aktor favorit saya yaitu Bruce Wills yang mampu bermain apik dalam film Armageddon.
Sumber : Google


5. Kolosal
Untuk menggambarkan setting bencana, film jenis ini tentunya akan membuat setting kolosal yang dilakukan oleh banyak aktor dan aktris. Tentunya akan diikuti oleh jumlah biaya yang luar biasa fantastis. Catat saja film seperti The Impossible, the day after tomorrow dan banyak film yang bercerita tentang perang.  Kenapa para produser bersedia merogoh koceknya dalam-dalam untuk memproduksi film ini? Ya tentunya berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang ada.

Nah, apa mbak Untari  dan mbak Ira Sulistiana tertarik melihat film-film dengan tema bencana? Jika ya, enjoy ya. 


7 Kriteria Rumah Ideal bagi Keluarga yang (Terpaksa) Berpindah-pindah Rumah

sumber : google @rumahzul.blogspot
Rabu malam di akhir bulan Agustus sepertinya menjadi hari yang tak terlupakan bagi kami. Bumi bagai bergetar, dinding rumah kami seperti bergoyang yang diikuti suara dentuman benda berat jatuh tepat di belakang rumah kami. Seperti yang saya duga sebelumnya, hal ini akan terjadi. Atap rumah yang berada di samping rumah telah roboh. Puing-puingnya berserakan hingga masuk ke pekarangan belakang rumahku. Lalu apa yang terjadi dengan kami yang hanya dipisah oleh sebuah tembok yang tak juga kokoh?

Ya, ketakutan demi ketakutan semakin menjadi. Siang harinya, saya memutuskan membawa ketiga anakku yang masih kecil untuk “berkemah” di halaman belakang. Menjauhi bangunan rumah, yang sedang terancam ikutan roboh. Sejak kegiatan renovasi rumah di samping, saya harus menerima kenyataan bahwa rumah kamipun ikutan bergoyang.

Hal ini sebetulnya bisa dimaklumi, karena rumah dinas yang kami huni, meskipun luas tetapi menyimpan kisah hidup yang lumayan lama. Sudah lebih dari 25 tahun tidak pernah direnovasi hingga lemparan batu ke tembok saja bisa membuatnya runtuh. Mau tidak mau, kedua rumah ini harus segera dibongkar, agar si penghuni tidak mendengar dentuman benda jatuh dari atap rumah secara bergantian setiap malam.

Plan C pun berlaku, seperti hanya “kontingensi plan” yang harus dipersiapkan ketika insiden maupun situasi darurat muncul. Tidak menunggu hari berulang, kami pun mengepak barang yang bisa diangkut lalu segera pindah ke rumah ke-7 yang kami huni.

Rumah ke 7? Serius?
Ya, betul. Ini menjadi becandaan saudara-saudaraku. Bagi orang mungkin ini melelahkan, tapi bagi saya, ini adalah sebuah cerita hidup yang penuh warna. Yuk simak cerita ke 7 rumah yang kami tempati. Angkanya cantik ya? Hemmmmmm arrrrgghhh.

Rumah ke1 : Rumah 3 petakan yang kami kontrak selama 2 bulan di daerah Cimanggis-Depok. Tahu gimana rasanya? Hem, nikmat. Inilah yang kami sebut bahwa cinta itu dibangun bersama. Tidak hanya dari 0, tetapi dari minus. Setelah menikah, kami terpaksa meminjam uang 2 juta ke kakak untuk bisa mengontrak di Jakarta dan bisa hidup selama 2 bulan. Kalau ingat masa itu, sungguh indah. Semoga kami berdua selalu berjodoh membangun keluarga Samawa.

Rumah ke2 : Rumah tipe 21 berukuran 60m di Cimanggis Depok, tempati selama 2 tahun

Rumah ke3   : Rumah sendiri di Perumahan PGRI, Cilodong- Depok. Ditahun ke 5 kami tempati ternyata bermasalah. Developer memalsukan sertifikat rumah sehingga hingga kini kamipun tidak tahu kapan kasus ini berakhir.

Rumah ke-5 : Rumah kampung Cilodong Depok. Di tahun ke-2 kami tempati,harus pindah tugas ke Semarang

Rumah ke-6: Rumah Dinas di Ngesrep, Semarang. Tahun ke-2kami harus pindah, karena rumah sebelah (mepet tembok) harus direnovasi karena kondisi yang sudah tidak layak.

Rumah ke-7: Rumah Dinas Ungaran.

Jadi, bagaimana dalam waktu 13 tahun sudah pindah ke-7 kali? Banyak sekali pembelajaran, lika-liku, derai air mata dan tak tertinggal tawa disana. Belum lagi kenangan yang tertinggal di setiap bangunan yang pernah kami tempati. Ketika pindah ke rumah ke-7, beragam dukungan pun pertanyaan yang berjudul, Pindah “LAGI” jamak terucap. Tapi kembali, hidup itu kita yang nikmati. Tidak terletak pada apa kata orang. 
Place Attachment tentang rumah
Bukan lagi tentang fisik


Sebuah definisi baru-pun hadir.
Ini 5 definisi Rumah bagi orang yang (terpaksa) berpindah-pindah rumah :
  • Surga itu bernama Rumah
  • Rumah itu keluarga
  • Rumah adalah tempatmu pulang
  • Rumah itu sesederhana berkumpul bersama
  • Rumah itu tempat tawa dan canda serta tangis bermain dengan indah


Kejadian tak terduga selanjutnya terjadi di bulan ke-2 ketika kami tinggal di Ungaran. Jumat itu, anak kedua kami hampir hilang. Dia nekat pulang dari Banyumanik-Ungaran, menempuh jarak 11,5 km dalam waktu 3 jam dengan berjalan kaki. Tubuhnya yang kecil dan usianya yang baru 7 tahun membuat tangis saya tak terbendung. Kembali definisi sebuah rumah menjadi sebuah tantangan disana. 
Keamanan dan jarak rumah dengan sekolah menjadi pertimbangan penting


Hikmah dari kejadian diatas adalah menguatnya niat kami untuk segera pindah ke rumah kami. 
Alhamdulillah, Allah memudahkan kami untuk bisa memiliki rumah di Semarang. Nah, tugas selanjutnya adalah merenovasinya. Maklum bangunan yang ada hanya 60 meter dengan 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tengah dan dapur. Dengan sisa tanah yang cukup luas, bisa memudahkan kami untuk melakukan penambahan ruangan, nantinya.

Lho kok nanti? Kenapa nggak sekarang? Karena, ini nih konsep rumah yang yang kami idam-idamkan.

1. Perumahan vs rumah kampung

Hingga kini saya telah menikmati hidup di kedua lingkungan tersebut. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing dan tidak bisa disamakan. Namun untuk kali ini, saya lebih memilih tinggal di lingkungan perumahan dengan sistem pengamanan tambahan dan cluster. Hal ini karena faktor keamanan baik dari luar maupun untuk anak-anak bisa keluar rumah dengan lebih nyaman. Bagaimana dengan kamu?

2. Rumah Tumbuh

Definisi bebas saya tentang rumah tumbuh yaitu rumah yang dibangun sesuai isi kantong pemilik, hehehe. Namanya bebas ya semau-mau aja ya. Duh yang arsitek dilarang protes. Saya memilih konsep ini karena belajar dari rumah saya yang sebelumnya saya kembangkan dengan insting dan kreativitas sendiri yang notabene orang awam, ternyata cukup mengecewakan. Bukan berarti jelek banget sih. Tapi ya, alangkah baiknya jika kita percayakan pada ahlinya.
Nah, tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, kali ini saya menggandeng jasa arsitek untuk menggambar rumah kami. Lalu, ya kembali ke rumah tumbuh, nunggu duitnya ngumpul baru lah dibangun sesuai prioritas kebutuhan.

Denah existing 

Desain Lantai 1_wanna be

Denah lantai 2_hopefully



3. Tropis minimalis
Saya termasuk mak yang harus ngirit. Ini berlawanan dengan hobi saya yang boros. Nah pemakaian listrik dan AC bulanan termasuk hal yang perlu diperketat. Oleh karena itu saya memilih konsep tropis minimalis nantinya dalam pengembangan rumah. Kondisi rumah yang sekarang sudah menganut asas naturalis minimalis. Naturalis karena banyak batu alamnya (hahaha) dan minimalis karena banyak jendela besar di setiap sisi ruangan. Ventilasi ruangan juga cukup memadai di setiap pintu dan jendela yang ada. Hal ini memudahkan kita menikmati udara pagi yang segar. Dan yang pasti, pengeluaran bulanan juga bisa ditekan seminimal mungkin.

4. Letak mushola dan Masjid
Saya sangat bersukur karena kali ini mendapatkan rizki yang alhamdulillah banget. Letak rumah kami hanya sejauh lima jengkal dari mushola Al Barakah yang terletak di dalam komplek. Saya semakin mengencangkan doa saya, semoga suami dan anak lelaki saya semakin rajin menunaikan sholat lima waktu di masjid. Bantu aminkan, yaaa.

5. Dapur simple nan sederhana
Dapur adalah termasuk area penting untuk ibu-ibu. Kredibilitas kita dipertaruhkan disana. Betul nggak? Tetapi berhubung hobi saya bukan memasak, maka saya lebih memilih model dapur yang simple dan sederhana. Yang mudah dipakai memasak, mudah dibersihkan lalu mudah kabur buat nonton drakor. Hahaha ketahuan.

Dapur yang ada, simple dan minimalis
Cocok dengan kriteria saya

6. Kamar tidur dan kamar mandi
Nah, yang inti paling penting. Saya pernah membuat proyek renovasi kamar mandi yang memakan biaya hingga yang lumayan mahal. Mulai dari pemilihan shower, sekat kaca bak kamar mandi hotel, pemilihan kloset duduk, detil bentuk dan warna dinding keramik dan peletakannya. Alhamdulillah berhasil. Meskipun akhirnya harus saya tinggalkan rumah itu, tetapi hingga kini saya jadi mengenal satu area yang penting di rumah adalah kamar mandi. Khususnya kamar mandi yang menjadi area pribadi di kamar tidur utama.
Karena saya termasuk orang yang butuh kenyamanan ketika istirahat. Meskipun tetap harus bersabar, semoga nantinya bisa terwujud. Paling tidak, dua item ini menjadi catatan tersendiri bagi kami.

7.  Fasilitas olahraga
Kalau ini adalah titipan dari paksuami. Doi butuh suatu arena olahraga untuk melepas stres setelah bekerja seharian di luar rumah. Alhamdulillah untuk list ini sudah tersedia di dalam perumahan. Jadi, tinggal itikad baik dari warga untuk memanfaatkan  fasilitas yang ada.

Hobi olahraga keluarga


Fasilitas olahraga di lingkungan tempat tinggal

 
Nah diatas adalah ke-7 wishlist saya tentang rumah. Tema kali ini pas banget, karena sekarang ini kami memang lagi galau-galaunya mendesign dan melakukan prioritas perbaikan di rumah ini. Semoga mbak  Dian dan Mbak Archa bersedia memberi masukan tentang konsep kami.

Selebihnya, saya berharap semoga rumah ini benar-benar menjadi homebased kami, begitu istilah auditor yang kerjanya berpindah-pindah daerah. Kemanapun dipindah, tapi kami memiliki satu rumah tempat untuk pulang. Menjadi rumah ideal bagi kami di dunia, menjadi tempat beribadah yang nyaman agar kelak bisa membangun rumah yang lebih baik di akhirat. Aamiin.

Minggu, 22 Oktober 2017

Yuk Lakukan 6 Kegiatan Positif ini Bersama Keluarga!


 
Liburan bersama keluarga adalah aktivitas seru yang positif dampaknya.




Menghabiskan waktu bersama keluarga adalah sesuatu hal yang positif dan sangat disarankan baik menurut agama maupun dari kajian psikologi. Hal ini karena dampaknya yang sangat baik, diantaranya yaitu meningkatnya rasa kasih sayang dan keluarnya rasa kepedulian sesama keluarga  yang akhirnya menumbuhkan rasa bahagia. 
Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda ketika menikmati family time mereka. Berikut adalah 6 (enam) kegiatan positif  yang dapat dilakukan bersama keluarga :

1. Sholat Berjamaah

Sholat berjamaah adalah sholat yang dilakukan secara bersama-sama yang dapat dilakukan minimal oleh dua orang. Dalam sholat berjamaah, ada seorang yang menjadi imam dan yang lainnya sebagai makmum yang harus mengikuti gerakan sholat imam. Setiap makmum tidak boleh mendahului gerakan imamnya. Sholat berjamaah bersama keluarga sangat baik untuk dilakukan. Selain pahala akan berlipat ganda, kita akan mendapatkan keutamaan yang lainnya. Anak-anak yang terbiasa sholat berjamaah bersama orang tuanya akan belajar banyak tentang kepemimpinan.
Sholat berjamaah mengajarkan bagaimana seorang pemipin (Imam) itu terpilih. Anak-anak akan belajar untuk menghormati pemimpin yang terpilih, mengikuti aturan yang telah disepakati, mengajarkan doa bersama yang dipimpin oleh satu orang orang, dan beragam manfaat positif lainnya. Yang pasti bagi umat muslim, sholat berjamaah sudah menjadi satu kegiatan positif yang diajarkan sejak dini.

2. Makan bersama

Jika ditanya apa hobi keluargamu? Maka sudah pasti anak-anak saya akan menjawab makan diluar.  Memang di keluarga kami melakukan tradisi seminggu sekali makan bersama di luar. Suami yang hobi makan bakso dan saya yang penyuka nasi goreng kerap mengajak anak-anak untuk wisata kuliner di sekitar tempat tinggal kami. Sebagai orang tua, kami sebetulnya bukan bermaksud mengajarkan anak untuk boros dengan membeli makan di luar. Tujuan utama kami yaitu menciptakan waktu bersama yang berkualitas bersama anak-anak.
Makan bersama sebetulnya bisa dilakukan kapan saja, baik itu waktu sarapan, makan siang maupun makan malam. Sayangnya, semakin tinggi karir orang tua dan semakin banyaknya aktivitas anak-anak di sekolah membuat aktivitas ini sulit dilakukan secara rutin setiap hari. Paling tidak membutuhkan komitmen dari seluruh anggota keluarga. Seperti menahan sedikit rasa lapar di petang hari dan menunggu hingga ayah pulang, agar bisa makan malam bersama. Di pagi hari, harus meluangkan waktu bangun lebih pagi agar bisa sarapan bersama-sama sebelum berangkat sekolah dan sebagainya.  Dengan kendala di atas, maka saya dan suami sepakat, jika kondisi kantong sedang “selo” kami mengajak anak makan di luar, yang biasanya dilakukan di malam minggu atau hari minggu siang.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan aktivitas ini. Salah satunya yaitu meningkatkan kedekatan di antara keluarga. Dengan duduk satu meja dengan aturan no hp selama waktu makan, maka otomatis ada komunikasi di sana. Anak-anak akan menceritakan apa yang selama ini mereka hadapi, cerita tentang teman-temannya yang unik, menanyakan apa itu kiamat, bagaimana proses terjadinya warna hingga bertanya adik keluar dari mana. Orang tuapun dapat memantau perkembangan anak, siapa sahabat di sekolah, menyelesaikan konflik yang mungkin ada diantara anak-anak. Meskipun konflik atau pertengkaran antara anak-anak kecil cepat berlalu dan mereka akan segera hilang, namun ketika sedang makan bersama, orang tua bisa membicarakan hal ini dari sudut pandang yang berbeda, agar kelak mereka tidak lagi bertengkar. Meskipun pasti, anak-anak akan bertengkar kembali. Hehehe.

3. Berlibur

Liburan seru di atas kapal
di Tanjung Mas, Semarang

Berlibur banyak dilakukan untuk mengatasi stres. Setiap orang bersedia menyisihkan uangnya untuk merencanakan liburan. Liburan bersama keluarga adalah termasuk kegiatan bersama yang baik untuk dilakukan. Salah satunya adalah sebagai tabungan kenangan. Kenangan yang menyenangkan akan menjadi cadangan kebahagiaan bagi setiap orang. Berbeda dengan hadiah berupa pakaian, barang maupun yang lain, liburan berisi aktivitas-aktivitas bersama yang dapat ditiru jika mereka besar nanti.
Saya dan keluargapun sering berlibur bersama. Liburan tidak harus di tempat yang mewah maupun ke luar negeri. Cukup menyisikan waktu sejenak untuk pulang ke rumah nenek adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Melihat hamparan sawah, menikmati nasi tempe kampung bersama, olahraga sambil mancing di rumah pakde dan kakek, adalah liburan yang menyenangkan. Setuju?

4. Membaca bersama
Anak-anak "tertular" hobi orang tua_membaca

Membaca adalah salah satu hobi saya. Termasuk salah satunya membaca sosial media, hehehe. Bercanda. Maksud saya, membaca buku. Dan sungguh senangnya saya, ketika hobi ini ternyata menular ke anak lelaki saya. Gimana caranya kok bisa menular? Mungkin karena saya biasa membaca bersama mereka. Awalnya dengan sering membacakan dongeng maupun cerita anak-anak. Lama-lama, mereka jadi suka dengan buku dan memilih sendiri bahan bacaan yang mereka inginkan. Sejauh ini, kebiasaan ini efektif untuk menularkan hobi positif pada anak-anak.

5Menata ulang rumah

Siapa yang hobi geser-geser perabot rumah? Ehm, si ibu ternyata banyak ya yang sehobi sama saya. Pantas saja sekarang banyak komunitas geser-geser yang bertebaran lalu berkumpul di dunia maya. Katakanlah komunitas diy (do it yourself). Saya mengenal komunitas ini dari sahabat lama saya. Rencananya saya juga ingin banyak belajar dari komunitas ini, insyaAllah nanti ketika menempati rumah sendiri. Saat ini, masih numpang di rumah negara, jadi hobi geser-geser ditunda dulu.
Menata ulang rumah adalah aktivitas yang menyenangkan. Waktu kecil dulu, kami sering diajak ibu dan bapak untuk gotong royong di hari minggu. Ada yang kebagian membersihkan rumah bagian dalam, ada yang kebagian membersihkan halaman yang menurut saya seperti naik lembah turun lembah. Catat : ingatan saya waktu itu anak usia 1 sd, belakang rumah ada ladang yang ditanami pohon singkong. Jadi berasa tanahnya naik turun, hehehe.  ibu biasanya merapikan perabot di rumah.
Anak-anak dapat terlibat dalam proses menata rumah. Seperti memilih warna dinding yang mereka inginkan, letak/ posisi meja belajar, letak/ posisi lemari buku, dan lain sebagainya. Salah satu hal positif dalam proses ini adalah anak merasa dirinya berharga. Meningkatkan rasa percaya diri mereka dengan memberikan keluasaan bagi  mereka untuk menata sendiri interior kamar. Satu hal yang pasti, keluarga akan makin kompak dalam bekerjasama menyelesaikan satu pekerjaan.

6. Berolahraga
Setelah menikah, mungkin kita mengalami kesulitan mengatur waktu untuk berolahraga. Terutama bagi Ibu yang memiliki banyak peran, baik di domestik maupun publik. Alih-alih ikut kelas yoga yang menyenangkan itu, sekedar untuk menyempatkan waktu menjaga kesehatan aja agak sulit. Nah, berolahraga bersama keluarga bisa menjadi satu solusi, selain dapat sehat, tugas mengasuh anak juga bisa terlaksana dengan baik. 

Nah itu semua 6 kegiatan positif yang bisa dilakukan bersama keluarga. Bisa berawal dari hobi orangtua yang kemudian ditularkan kepada anak-anaknya. Kalau mau lihat hobi yang lain, bisa lihat nengok teman saya Mbak Ika dan Mbak Arina. Mau tahu lebih banyak, klik aja di #arisanbloggandjelrel

Jumat, 13 Oktober 2017

Air Mata





Kemarin Shafa memberiku selembar kertas yang disebutnya sebagai "uang", supaya aku tidak lagi bekerja.
Dan air matapun bersaksi.

Hari ini, sebuah pilihan yang tidak mungkin kutolak, ketika aku secara yakin membatalkan kesempatanku berbicara tentang "gender dan perlindungan anak" sedetik kutahu anakku tidak ditemukan di sekolahnya. 

Ini bukan kodrat ataupun pilihan.
Ini juga bukan memaksakan kehendak hati, namun menerima dengan ikhlas bahwa rasa cinta itu nyata.
Ini adalah rasa, tentang suatu hal yang lebih penting dari sekedar ingin yang lebih penting
Bahwa yakin, Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang seperti yang kuajarkan semalam pada si-anak yang "nyaris" hilang itu.

Telah habis terkuras air mataku, membayangkan segala hal buruk mungkin terjadi.
Serasa si iblis di film goblin berwajah buruk itu sedang membisiku hal yang sangat jelek.
Dan Allah Maha Baik, Dia yang memberiku dengan ujian sekaligus anugerah terindah ini.
Dan berjuta syukur terus mengalir, detik ini masih bisa kumelihat senyum manisnya.

@yuliarinta

Selasa, 10 Oktober 2017

Kontrak Perkuliahan di Pertemuan Pertama

Awal perkuliahan
Poltek Binatrada Semarang



Apa yang anda lakukan pada pertemuan pertama?


Secara umum, perkenalan dilakukan di pertemuan pertama. Baik itu dengan menyebutkan nama, alamat, profesi, maksud dan tujuan dan alat perkenalan lainnya.  Nah, sebagai seorang dosen, pertemuan pertama selalu diawali dengan perkenalan. Ada dua jenis perkenalan, yaitu perkenalan pribadi dosen dan yang kedua adalah perkenalan mata kuliah yang sedang dijalankan.  UU RI No 14 Tahun 2005 Tentang Undang-Undang  Guru dan Dosen di Pasal 27 menerangkan, salah satu beban kerja dosen yaitu merencanakan pembelajaran.  Beragam perangkat pembelajaran harus dirancang agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Salah satunya yaitu kontrak perkuliahan.

Kenapa harus ada kontrak perkuliahan?

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. (Noname)

Anda pasti setuju dengan betapa pentingnya “kesan pertama”. Jika kesan pertama kita pada sesuatu berjalan baik, pastinya pertemuan selanjutnya akan berjalan  dengan lebih mudah.  Kendala yang dihadapi dosen di pertemuan pertama biasanya adalah mahasiswa yang kurang fokus pada materi, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, ada yang senyum-senyum sendiri di pojokan sehabis mengecek hpnya. Nah, kontrak perkuliahan adalah “komitmen” yang dibuat oleh kedua belah pihak yaitu dosen dan mahasiswa tentang rencana pembelajaran yang akan dihadapi selama satu semester. Dengan adanya kontrak perkuliahan, dosen akan lebih mudah “menguasai” kelas karena proses belajar akan lebih teratur. Di sisi lain, mahasiswa juga akan menjadi lebih memahami apa saja materi pembelajarn yang akan mereka dapatkan, jenis-jenis evaluasi yang akan diberikan dan sumber referensi sebagai rujukan mata kuliah tersebut.

Definisi Kontrak Perkuliahan

Pada dasarnya yang dimaksud dengan kontrak perkuliahan atau kontrak pembelajaran adalah rancangan perkuliahan yang disepakati bersama oleh mahasiswa dan dosen (Suciati, 1997b:12-5).

Sebagai salah satu tenaga pengajar di Politeknik Bina Trada Semarang, saya pun wajib menyusun kontrak perkuliahan. Berdasarkan tugas yang diberikan oleh institusi, setidaknya ada tiga Mata kuliah yang harus saya persiapkan.  Selanjutnya di pertemuan pertama, kontrak perkuliahan tersebut saya sampaikan kepada mahasiswa. Salah satu hal yang biasanya selalu memancing kehebohan yaitu tentang toleransi keterlambatan. Sudah lazim, setiap mahasiswa selalu melakukan negosiasi dalam hal toleransi keterlambatan. Namun, umumnya dosen memiliki standar umum yaitu maksimal 15 menit setiap perkuliahan dan ketidahkadiran maksimal 25% dari total pertemuan.

Setelah penjelasan kontrak perkuliahan, mahasiswa akan lebih memahami apa yang akan dipelajarinya selama durasi perkuliahan. Jelas antara tugas dan tanggung-jawab masing-masing selama proses belajar mengajar. Selanjutnya, dokumen ini akan ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni dosen dan mahasiswa. Dengan kata lain, kontrak perkuliahan ini adalah sebagai alat monitor pelaksanaan proses belajar-mengajar.

Apa saja yag tercantum di dalam Kontrak Perkuliahan?

Sistem pembelajaran orang dewasa merupakan dasar utama diberlakukannya kontrak perkuliahan di pertemuan pertama.  Dimana faktor motivasi, kebebasan dan tanggunjawab adalah kunci utama dalam penyusunan setiap butir-butir di kontrak perkuliahan.

Berikut ini adalah konsep kontrak perkuliahan yang berlaku di istitusi saya.

KONTRAK PERKULIAHAN

Mata Kuliah:
Nomor KodeMK/SKS:
Dosen:
Jurusan/Program Studi:
Semester:

1. Deskripsi Mata Kuliah:
2. Manfaat:

3.   Tugas:……………………………
a.  Tugas Indiviual: ……………………………
b.   Tugas Kelompok:……………………………

4.   Penilaian
a. Aspek penilaian
Penilaian meliputi:…………………………………………

b. Bobot penilaian
Pembobotan Nilai:
Bobot Nilai Harian (NH) + Nilai portofolio: …………….
Bobot Nilai Ujian Tengah Semester (UTS): …………….
Bobot Nilai Ujian Akhir Semester (UAS): …………….
Nilai Akhir: NH + B UTS + C UAS
A + B + C 

5.   Jadwal Perkuliahan: ..
(*)T: Teori, P: Praktek,L:Latihan/Tugas Mandiri
6.Sumber kepustakaan

       Ttd Dosen Pengampu,                  Ttd Perwakilan Mahasiswa

Demikianlah esensi dari kontrak perkuliahan. Satu harapan penting yaitu, kontrak perkuliahan dapat menjadikan mahasiswa lebih kritis mengenai tujuan, strategi dan hasil belajarnya, dan membuat mereka lebih mandiri.

Nah, sisi lain tentang tentang pertemuan pertama, bisa kamu lihat di catatan mbak  Marita dan mbak Dini di #ArisanBlogGanjelRel, ya.


Kamis, 21 September 2017

5 Aplikasi untuk Blogger Pemula




Apakah kamu ingin belajar menulis?
Takut idemu yang begitu segar hilang begitu saja?
Males naskahmu ditolak penerbit mayor?
Tapi pengen tetap eksis?

Saat ini, ada solusi atas beberapa masalah di atas. Ya, ngeblog. Ngeblog sebagai aktivitas menulis yang dituangkan melalui media blog saat ini sudah menjadi hal yang populer. 
Beberapa manfaat menulis melalui blog diantaranya yaitu : 
Mengikat ide secara cepat
Menyalurkan hobi menulis dan 
Meningkatkan branding diri.

Lalu, bagaimana untuk blogger pemula. Bagaimana cara memulainya? 
Disini saya akan membagikan 5 aplikasi yang membuat aktivitas ngeblog menjadi lebih mudah,  yaitu :

1. Blogspot atau Wordpress




Logo sumber : google
Aktivitas ngeblog wajib dimulai dengan membuat  “rumah” untuk blog   atau bisa dikenal dengan Platform situs anda. Jaman dahulu, orang bisa memilih multiply sebagai penyedia platform gratis. 

Saat ini, blogger dan wordpress banyak diminati. Secara teknis blogger memiliki kemudahan set_up dan juga gratis. Dengan hanya bermodal alamat email,  kita  bisa membuat blog, menulis, mengedit dan mempu blikasikan tulisan dimana saja.


logo, sumber : google
Saat ini saya memiliki dua rumah yaitu www.yuliarinta.com yang lebih menceritakan tentang cerita keseharian atau tips parenting dan www.mypsikososial.blogspot.com yang lebih saya khususkan untuk kegiatan perkuliahan dan seputar kegiatan psikososial.

Kedua situs blog saya menggunakan platform blogger karena mudah setup dan melink-kan dengan  situs lainnya di google, seperti google rank/ analitic.

2. Microsoft Word atau Polaris office


Beberapa draft tulisan yang tersimpan

Sebelum memposting sebuah artikel, kita harus membuat draft tulisan. Ada dua pilihan yaitu menulis langsung di draft blog atau membuat draft di MS word. Saya memilih untuk membuat draft terlebih  dahulu di MS word dengan tujuan  agar bisa lebih aman. Beberapa kali saya menulis di draft langsung di blog lalu hilang. Ya, karena belum sempat tersimpan dan kehilangan sinyal atau keasikanmembuka aplikasi lainnya di hp atau laptop. So, lebih aman buat saya jika saya membuat satu folder dengan nama “blog” di laptop.
Android menawarkan banyak aplikasi untuk membuat tulisan, salah satunya yaitu Polaris office. Ketika sedang tidak bisa mengakses laptop, aplikasi polaris office bisa menjadi pilihan untuk membuat draft tulisan. Anda tinggal menuliskan ide lalu menyimpannya di drive atau drobbox, lalu anda bisa mengupload di situs blog milik anda.

3. Aplikasi Penyimpan Data (Drive atau Drobbox)
Setelah draft tulisan jadi, tentunya anda butuh menyimpannya. Pilihlah sebuat brankas penyimpanan yang aman dan mudah diakses dimanapun anda berada. Drive ataupun drobbox dari google bisa       men jadi satu pilihannya. Jadi anda bisa mengakses tulisan anda dan kemudian mengupload di situs blog  dimanapun dan kapanpun anda inginkan.

4. Photo Editor

Sebuah foto yang baik mutlak dibutuhkan untuk ngeblog. Saya termasuk pemula dalam aktivitas fotograpy, sehingga saya lebih memilih aplikasi yang mudah dipakai. Saya cukup memakai microsoft image editor dan sesekali menggunakan instamag untuk memberikan sedikit edit, khususnya menggabung-gabungkan gambar.
Sesuatu yang wajib saya miliki adalah kamera dengan foto yang bagus, sehingga menghasilkan sebuah gambar yang baik.

5. Buffer (Sosial media)

Salah satu langkah penting agar tulisan anda bisa dibaca orang yaitu membagikannya melalui buffer  yang anda miliki. Manfaatkanlah jaringan sosialmu agar teman-teman juga bisa mengaksesnya. Semakin banyak kunjungan ke blog maka akan semakin baik untuk meningkatkan nilai kepopuleran tulisan anda.
Beberapa akun media sosial yang saya manfaatkan yaitu :
Googleplus
Facebook
Whatsapp
Instagram
Twitter

Akun facebook yang biasa saya manfaatkan sebagai buzzer tulisan


Instagram @yuliarinta lebih populer dan mudah memakainya

Itulah beberapa aplikasi yang mudah digunakan yang bisa membantu blogger   pemula melanjutkan mimpinya menulis. Semoga bermanfaat yaa. At the end,  intip nih dua sahabat blogger saya yang jago, Mbak Rahma dan mbak Nyi Penengah

Happy blogging yaa

WASPADA!! Bahaya Cyber Sex pada Anak dan Remaja.

Sumber : Google                 Kids jaman now pasti sudah sangat akrab bermain internet. Tidak hanya demi bermain game, dunia p...